Jika Ditilang, Jangan Titip Denda di Polisi, Ini Solusinya

Jika Ditilang, Jangan Titip Denda di Polisi, Ini Solusinya Personil Satlantas Polres Bone Bolango saat melakukan razia di jalan BJ. Habibie eks Bay Pass Bonbol.(Foto:Ayiz Taguge/GP).

Berita Terkait


GORONTALO, Hargo.co.id – Ini menjadi penting diketahui masyarakat Gorontalo terkait denda Tindakan Langsung (Tilang) yang menjadi tugas kepolisian Republik Indonesia. Untuk denda tilang, masyarakat diharapkan tak lagi menitipkan denda tersebut ke pihak kepolisian.

Hubungan masyarakat (Humas) Pengadilan Negeri (PN) Gorontalo Fachu Rochman, SH mengungkapkan dengan kemudahan serta transparansi yang sudah dilakukan PN Gorontalo.

Maka masyarakat diminta agar lebih cerdas menyikapi persoalan penitipan denda tilang ditempat.

“Jadi bagi masyarakat yang ditilang bisa menitipkan denda tersebut tidak lagi ke polisi, melainkan ke Bank. Nanti setelah mendapatkan blongko tilang, denda tersebut dibayarkan di bank. Karena denda tilang yang dititip seperti ini tidak bisa dengan dana tunai. Apalagi dititip di kepolisian, dia harus ke Bank. Kecuali polisi memiliki mesin EDC (Electronic data capture) atau mesin ATM gesek untuk pembayaran non tunai,” katanya.

Selanjutnya bukti setoran bank tersebut ditukarkan dengan barang yang disita anggota kepolisian.

Kemudian berkas-berkas tilang dari pelanggar tersebut diantar ke pengadilan untuk disidangkan. Jika dalam putusan pengadilan, terdapat sisa dari denda tilang yang dititip itu, pelanggar berhak untuk mengambil kembali uang mereka.

“Ini menjaga agar tidak ada kesan Pungli baik itu kepada kepolisian, maupun pengadilan. Kami pun dari pengadilan tidak akan menerima titipan tilang dari pelanggar. Semua di setor ke bank resmi atau melalui eksekutor yakni Kejaksaaan sesuai denda tilang yang telah diputuskan oleh pengadilan,” terang Fachu. (ndi/hargo)

Share

Leave a Comment