KDRT dan Kekerasan Anak Naik Jadi 150 Kasus, Dipicu Miras dan Himpitan Ekonomi


LIMBOTO, Hargo.co.id – Maraknya kasus tidak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan terhadap anak khususnya di Kabupaten Gorontalo (Kabgor) masih terus meningkat.

Terbukti, selama 2016 terjadi 150 kasus yang ditangani Polres Gorontalo. Tahun 2015 sebelumnya, “hanya” teradapat 131 kasus. Padahal, di Kabgor sudah dibentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kepada Dinas Pemberdayan Perempuan dan Anak (PPA) Kabgor, Dewi Masita Usman, melalui Kepala Seksi perlindungan anak, Iyam Dini, saat di konfirmasi mengatakan, saat ini Satgas masih memiliki keterbatasan, terutama anggotanya.

“Saat ini, kami baru memeliki 160 orang tim Satgas yang tersebar di beberapa kecamatan. Kedepanya, kami akan menambah anggota satgas dan di rencanakan tiap satu desa ada anggota satgas,” ujarnya.

Iyam menambahkan, dalam menekan angka kekeranan seksual terhadap anak ini, pihaknya akan lebih gencar melakukan sosialisasi pencegahan dan pengawalan terhadap kasus tersebut dan juga akan menambah anggota satgas bekerja sama denan Kementrian Pemberdayaan Perempuan.

“Melihat data kasus yang meningkat, tahun 2017 kami akan melakukan giat sosisalis pencegahan dan juga penangannan bila mana terjadi kasus tersebut bahkan sampai di tingkat desa,” kata Iyam.

Ditempat terpisah, Kapolres Gorontalo AKBP Purwanto SIK mengatakan, pemicu terjadinya kekerasan terhadap anak dan KDRT kebanyakan karena miras dan himpitan ekonomi.

“Jadi, dalam menekan angka ini kami dari pihak kepolisian akan akan giat melakukan patroli dan merazia tempat tempat hibuaran malam dan tempat penjualam miras. Selain itu, juga kami meminta ada kerja sama pihak pemerintah untuk menekan angka KDRT dan kekerasan seksual terhadap anak ini,” tandasnya.(TR-53/hargo)

Share
Diterbitkan dalam Metropolis Ditandai ,

Leave a Comment