Keluarga Desak Pelaku Cabul Segera Ditahan

Keluarga Desak Pelaku Cabul Segera Ditahan Sejumlah keluarga korban saat berada di halaman kantor Mapolres Bone Bolango (Bonbol) mendesak penahanan terhadap AA pelaku cabul.

Berita Terkait


Hargo.co.id BONBOL – Keluarga korban dugaan pencabulan mendesak agar penyidik Polres Bone Bolango yang menangani kasus itu segera menetapkan tersangka serta menahan pelakunya yang tercatat sebagai oknum PNS di Kabupaten Bone Bolango inisil AA (33).

Pantauan Gorontalo Post, melihat AA yang belum di lakukan penahanan oleh petugas.

Hal ini membuat keluarga Mawar (nama samaran korban) sempat emosi. Pasalnya, mereka terus menuntut agar AA segera di lakukan penahanan atas perbuatanya itu.

Namun, ternyata hal yang di inginkan keluarga tersebut tak bisa di kabulkan, lantaran belum ada bukti kuat untuk membenarkan peristiwa itu.

Sekitar pukul 04.00 Wita sejumlah anggota keluarga Mawar bersama ayah kandunya telah mendatangi ruang penyidik polres Bonbol, mereka mempersoalkan petugas yang hingga kini tak melakukan penehanan terhadap AA yang diketahui sebagai pegawai negeri sipil di Kabupaten Bonbol itu.

Menurut mereka, sudah jelas AA terssebut telah melakukan hal yang melakukan tindak asusila terhadap mawar.

Kepada Gorontalo Post sejumlah keluarga Mawar mengatakan, mereka merasa tak puas dengan adanya tindakan yang di lakukan pihak kepolisian. Dimana sampai saat ini AA masih di biarkan keluyuran di luar.

“Kami khawatir jangan sampai mo terjadi apa-apa jika AA tidak di tahan,”ungkap sejumlah keluarga mawar.

Lebih lanjut mereka berharap agar petugas benar-benar serius dalam menagani kasus itu, jangan sampai hal itu bisa terus terulang lantaran penanganan kasus tersebut di nilai tak jelas Kasat reskrim Polres Bonbol Iptu Syang Kalibato, mengatakan, pihaknya memang tidak melakukan penahanan terhadap AA, lantaran tidak ada saksi yang bisa menyatakan bahwa kasus tersebut benar terjadi.

Namun pihaknya kata Kasatreskrim akan terus berupaya untuk menyelesaikan perkara itu dengan terus melakukan penyelidikan serta pemeriksaan.

“harus ada bukti untuk menahanya, kita tak bisa menahan jika kasus terssebut belum jelas,”pungkasnya.(tr-48/hargo)

Share

Leave a Comment