Kemiskinan Dekat dengan Gangguan Jiwa


Hargo.co.id – Kemiskinan menjadi faktor utama berbagai masalah sosial. Kemiskinan juga memicu tingginya angka kriminalitas.

Dari segi kesehatan jiwa, kemiskinan dapat menyebabkan gangguan jiwa seperti depresi dan stres.

Dalam rumah tangga, masalah ekonomi sering menjadi penyebab terjadinya pertengkaran yang berujung pada perceraian. Meskipun masalah personal atau pribadi juga memicu terjadinya perkelahian.

“Gangguan jiwa paling dekat dengan kemiskinan. Dekat pada masyarakat perkotaan, ada pula yang dialami masyarakat pedesaan,” kata Guru Besar Keperawatan Kesehatan Jiwa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Achir Yani S Hamid.

Yani mencontohkan, salah satu kasus di pedesaan karena masalah ekonomi atau kemiskinan ketika suami tidak mengizinkan istri pergi bekerja ke luar negeri atau sebaliknya. Hal ini bisa menimbulkan selisih paham dan pertengkaran.

“Di perkampungan juga banyak. Suami istri misalnya saat ada kerja ke luar negeri. Untung sudah moratorium saat ini,” ungkap Yani.

Pasien yang datang kepadanya, banyak yang sudah mengidap gangguan jiwa berat hingga harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Salah satu cirinya sering melamun atau bahkan mengamuk.

“Masalah perkotaan misalnya kesehatan jiwa itu perlu ruang gerak. Bagaimana kalau enggak ada privacy, enggak ada waktu dan tempat untuk sendiri,” katanya.

Keributan di dalam rumah tangga biasanya terdapat pemicu (stressor). Bukan hanya masalah ekonomi, tetapi soal keharmonisan suami istri.

“Yang jelas ada stressor atau pemicu. Marah saat suami selingkuh tergantung respondnya apakah istri, evaluasi diri bahwa dia kurang perhatian selama ini atau menganggap sebagai sesuatu pengkhianatan. Reaksinya tentu berbeda,” tegasnya. (cr1/JPG/hargo)

Share

Leave a Comment