Kereeenn. . . Hacker Gorontalo, Deden Gobel Jawara di Cyber Defence Nasional

Kereeenn. . . Hacker Gorontalo, Deden Gobel Jawara di Cyber Defence Nasional Sertifikat dan medali yang diraih Deden Gobel. (Foto deden for Hargo.co.id)

Berita Terkait


GORONTALO, Hargo.co.id – Kompetisi nasional untuk para Hacker membuat nama Gorontalo kembali terangkat.

Ya, Hacker Gorontalo Deden Gobel berhasil menyabet juara II pada iven Cyber Defence Competition (CDC) yang tahun ini kembali dilaksanakan Kementerian Pertahanan dan Keamanan Republik Indonesia (Kemhan).

Tiga kali ikut iven ini, Deden selalu memberikan yang terbaik, namun kali ini prestasinya lebih meningkat dibandingkan dua tahun keikutsertaannya di CDC.

Kompetisi ethical hacking dan sistem pertahanan keamanan jaringan komputer secara online dan offline tingkat nasional yang dilaksanakan pada 30 November – 1 Desember di Pusat Data Informasi Kementerian Pertahanan RI, Jakarta itu diikuti 23 tim Hacker yang ada di Indonesia.

8 tim kategori umum, 5 tim dari AU, AD, AL dan Kementerian Pertahanan, dan PNS, 4 tim pelajar dan 6 tim undangan. Pada pembukaan kompetisi 7 November lalu ada 290 tim yang mendaftar.

Namun pada saat pengemumuman hanya 8 tim kategori umum berhasil lolos di babak final, dimana salah satunya Deden masuk dalam nominasi tersebut dan berhak ikut di tingkat Nasional.

Deden Gobel, Hacker Gorontalo ketika memperlihatkan medali dan sertifikat yang ia raih pada Cyber Defence Nasional. (foto deden for hargo.co.id)
Deden Gobel, Hacker Gorontalo ketika memperlihatkan medali dan sertifikat yang ia raih pada Cyber Defence Nasional. (foto deden for hargo.co.id)

Deden yang membawa nama Gorontalo dengan timnya ‘hom pim pah’ itu menjadi terbaik kedua di kategori umum. Menurut Deden, ia di tes untuk memecahkan Penetrasi (hacking web), CTF dengan computer network defence.

“Saya merasa senang, selama tiga tahun ikut. Allhamdulillah memberikan yang terbaik, di tahun 2014 saya III, 2015 menjadi finalis, dan di tahun ini berhasil juara II,” ucap Deden kepada hargo.co.id, Kamis (1/12).

Alumni Universitas Ichsan Gorontalo itu mengakui bahwa persaingan di tiap tahun cukup ketat. Bahkan kehebatan hacker tingkat Nasional terus saja meningkat.

“Harapannya sih supaya anak-anak muda yang suka tentang IT, baik programing, desain dan lain-lain ada wadah di Gorontalo. Banyak teman-teman saya yang hebat menjadi hacker namun wadah itu tidak ada. Saya pun salut dengan kota lain yang begitu memberikan ruang yang cukup besar bagi anak mudanya untuk menggali kompetensi di bidang IT,” terang Deden.

Belajar secara otodidak, kedepan Deden menginginkan agar pemerintah lebih serius untuk menggandeng anak muda yang memiliki kompetensi di bidang IT untuk terus mengembangkan bakat anak muda tersebut.

“Saya rasa banyak yang hebat di Gorontalo. Tinggal bagaimana kepedulian pemerintah dalam memberikan pembinaan yang lebih serius kepada generasi kita. Sebab kini generasi digital itu sudah tak bisa dibendung lagi. Kalau mereka dibina dengan baik, maka Gorontalo akan menjadi hebat,” tutur Deden.

Adapun latar belakang penyelenggaraan kompetisi oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yakni mengemban tugas pokoknya perlu didukung oleh masyarakat sebagai salah satu komponen pendukung Sistem Pertahanan Nasional.

Dalam rangka mewujudkan kedaulatan negara di ranah siber. Sehingga perlu dilakukan sosialisasi dan pembinaan di dalam memberdayakan potensi pertahanan untuk melindungi aset strategis bangsa melalui penguasaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. (ndi/hargo)

Share

Leave a Comment