Ketika Warga Kota Barat Keracunan Makanan, 20 Orang Mual Muntah, 1 Bocah SD Tewas

Ketika Warga Kota Barat Keracunan Makanan, 20 Orang Mual Muntah, 1 Bocah SD Tewas Mohamad Niode bersama istrinya Ermin Dihuma memperlihatkan foto anaknya Febriansah Jailan Niode korban tewas akibat keracunan semasa hidup.

Berita Terkait


Hargo.co.id Gorontalo – Hingga Rabu (9/11) Nabila Putri Rahmola (9) salah satu pasien korban keracunan makanan di Kelurahan Tenilo, Kota Barat masih dalam perawatan intensif di RS Bunda Kota Gorontalo.

Siswi Kelas 3 SDN 9 Kota Barat itu ikut mengalami mual dan muntah sejak mengkonsumsi makanan berupa daging yang dibagi rekan sekelasnya Febriansah Jailah Niode (9).

Namun, kondisi yang dialami Febriansah lebih parah dibanding Nabila. Padahal keduanya sama-sama mengkonsumsi makanan tersebut saat jam istirahat di sekolah, Senin (7/11). Nyawa Febriansah tak tertolong setelah malam harinya yakni pukul 22.00 wita mengalami kejang-kejang hingga mengeluarkan busa di mulut.

Sebelumnya, pada siang harinya Febriansyah hanya mengalami mual dan muntah hingga akhirnya dilarikan ke Puskesmas Molosipat bersama kedua orang tuanya dan kakanya yang juga mengalami mual dan muntah setelah mengkonsumsi daging.

Mohamad Niode ayah Febriansah Jailan Liode saat diwawancarai Gorontalo Post mengatakan, peristiwa yang menimpa istrinya Ermin Dihuma dan anaknya Febriansah itu bermula ketika Febriansyah berangkat ke sekolah.

Saat itu Febriansyah membawa sarapan dengan menu makanan yang diberikan oleh ibunya. Makanan tersebut berasal dari salah satu keluarganya yang mengadakan doa hari ke 7 atas meninggalnya keluarga mereka yang berada di Kelurahan setempat.

Saat di sekolah sekitar pukul 09.30 Wita pada saat istirahat sekolah febriansah menikmati makanan tersebut bersama rekanya. Setelah mengkonsumsi makanan tersebut, tiba-tiba saja febriansayah langsug merasakan sakit kepala, pusing serta mengalami mual-mual.

Begitu juga rekan sekelasnya Nabila Putri Rahmola (9). Sementara itu Mohamad Niode yang merupakan ayah dari korban tersebut saat itu hendak menjemput anaknya. Ketika ia kembali dari tempat kerjanya, di depan sekolah Mohamad langsung terkejut setelah mendengar informasi dari murit lainya.

Sang ayah kemudian langsung menemui Korban dan membawa korban pulang ke rumah. Saat tiba di rumah, kondisi Febriansah kemudian bertambah parah lagi. Sehingganya korban langsung dilarikan ke puskesmas terdekat.

Parahnya tak hanya Febriansah sang ibu Ermin Dihuma bersama putra sulungnya juga ikut di larikan ke puskesmas lantaran mengalami mual-mual.

Setelah berobat di puskesmas mereka kembali ke rumah, namun beberapa jam kemudian penyakit Febriansah kambuh lagi hingga Febriansah harus di larikan ke rumah sakit otanaha. Di RS Otanaha, Febriansa kemudian di rujuk lagi ke RSUD Aloe Saboe.

Lantaran kondisinya sudah sangat serius. Di RSUD Aloe Saboe, Febriansah kemudian mendapatkan perawatan di Ruang ICU. Namun, sayangnya upaya untuk kesembuhan dari Febriasah tersebut seakan sia-sia saja.

Febriansah menghabisakan nafas terakhir sekitar pukul 22.00 Wita, sang ayah dan ibu yang menemani korban tersebut, langsung terkejut menangis, setelah mengetahui anak bungsunya sudah tiada.

Mohamad Niode mengaku, setelah menkonsumsi makanan daging tersebut ia juga merasakan sakit kepala secara tiba-tiba, namun sakit tersebut hanya dirasakan beberapa saat.

” Memang dari malam juga ada makan daging itu dorang, trus besoknya juga tetap makan daging tersebut setelah di panaskan,”jelasnya.

Hidra R Yako ibu Nabila Putri Rahmola mengatakan, di sekolah Nabila memang menkonsumsi makan yang di bagikan oleh Febriansah, sehingga saat itu juga Nabila langsung mengalami mual-dan di larikan ke rumah sakit “Dokter bilang dia keracunan makan,”kata Hidra.

Lurah Tenilo Wahyudin Pateda mengatakan, warga tersebut memang diduga telah mengalami keracunan makan, sehingga sesuai laporan yang di terima dari dinas kesehatan, sudah sebanyak 20 warga tersebut telah mngalami mual-mual, namun melihat kondisi tersebut, pemerintah setempat sudah melakukan pengecekan membawa warga itu ke puskesmas dan rumah sakit.

Humas Rumah Sakit Bunda Kota Gorontalo Upik Pala membenarkan bahwa pihaknya menerima pasien keracunan. Tetapi setelah dilakukan pemeriksaan Laboratorium. Pasien tersebut mengalami Tipes disertai diare.

“Kami sudah melakukan perwatan terhadap pasien tersebut sesuai dengan Standar Operasional Prosedur di rumah Sakit,”tandasnya. (*/hargo)

Share

Leave a Comment