Kisah Nicolas Kaluara, Pahlawan Gorontalo yang ‘Terlupakan’

Kisah Nicolas Kaluara, Pahlawan Gorontalo yang ‘Terlupakan’ Makam Nicolas Kaluara yang berada di Bilungala, Bone Pantai, Gorontalo. (Foto insert kiri) foto Nikolas Kaluara semasa hidup. (foto Jitro Paputungan/Gorontalo Post)

Berita Terkait


GORONTALO, Hargo.co.id – Nama Nicolas Kaluara tak setenar nama-nama pejuang kemerdekaan lainya, di Gorontalo.

Tapi peran putra kelahiran Tamako, Sangihe Talaud ini cukup besar, terutama berjuang merebut kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan di Bumi Gorontalo.

Nicolas bukanlah seorang tentara, tapi jiwa nasionalismenye tidak perlu diragukan.

Ia merupakan seorang guru Sekolah Rakyat (SR) di Bilungala, Bone Pantai, Kabupaten Bone Bolango yang berani melawan penjajah.

Jiwa raganya dipertaruhkan untuk bangsa Indonesia.

Pada tahun 1930, Nicolas Kaluara bertugas sebagai guru SR di Kwandang, tujuh tahun berikutnya, ia dipindah di ke Bilungala.

SR Bilungala (saat ini SD Negeri 1 Bilungala) merupakan satu-satunya sekolah di Bonepantai.

Nicolas tidak saja mengajar mencerdaskan anak bangsa, tapi ikut memberikan semangat kepada warga untuk berjuang, sebagaimana semangat Sumpah Pemuda.

Kendati mengajar dibawah pengawasan langsung pemerintah Belanda, Nicolas tak tanggung-tanggung memberikan penguatan nasionalisme. Bahwa, Gorontalo harus bebas dari penjajah.

Hingga pada masa perjuangan masyarakat Gorontalo tahun 1942, Nicolas Kaluara ikut terlibat.

Dari Bilungala, ia banyak membantu pergerakan Nani Wartabone di Kota Gorontalo dan Suwawa.

Share

Leave a Comment