Korban Banjir di Boalemo Mulai Pulang


GORONTALO, Hargo.co.id – Empat hari pasca kondisi korban banjir di Kabupaten Boalemo khusunya di wilayah kecamatan Wonosari dan Paguyaman, para warga mulai meninggalkan camp pengungsian, Senin (31/10).

Seperti lokasi pengungsian di Desa Tangkobu dan Rojonegoro, Paguyaman, masyarakat korban banjir secara berangsur-angsur kembali ke kediaman masing-masing.

Mereka juga telah membereskan rumah, kendati masih terus waspada karena banjir bisa kapan saja menerjang.

“Mereka memaksa pulang dari posko pengungsian. Meski begitu kami tetap meminta waspada. Sedangkan pasokan makanan masih terus disalurkan dari dapur umum mengingat peralatan rumah tangga warga hanyut dibawa arus banjir,”ujar Kepala BPBD Boalemo Mus Moga, kemarin.

Ia memastikan ketersediaan logistic makanan dan minuman masih tersedia.

Terpisah, Plt Bupati Boalemo Adrian Lahay mengatakan, penanganan pasca banjir tidak saja dengan memenuhi kebutuhan pokok para korban bencana, namun Pemda kata Adrian juga mengupayakan mendatangkan pihak UNG untuk memberikan bimbingan konseling bagi anak-anak korban bencana.

Sementara di wilayah Wonosari juga ditempuh langkah penanganan yang sama.

Hanya saja untuk wilayah Dusun Longgi Desa Pangea, terdapat empat titik longsor hingga menghambat arus jalan.

Namun oleh Dinas PU Boalemo sudah menurunkan alat berat untuk evakuasi dan pembersihan. Mus Moha menjelaskan, banjir menghantam wilayah Boalemo diakibatkan tanggul di Rojonegoro dan Tangkobu jebol karena tidak mampu menahan arus sungai.

Disatu sisi, terjadinya penggundulan lahan pegunungan juga mempengaruhi.

“Sejauh ini kami sudah berkoordinasi pihak BNPB dan Pemprov Gorontalo dengan langsung menyodorkan permohonan bantuan sesuai data kerugian dialami para warga umumnya di Kecamatan Paguyaman dan Wonosari. Insya Allah dalam waktu dekat bantuan segera mungkin dikucurkan sesuai janji tim BNPB,” jelas Mus Moha.

Share

Leave a Comment