KPK Sulit Cari Aktor Politik

KPK Sulit Cari Aktor Politik Ketua DPR Setya Novanto berjalan keluar gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa (10/1/2017). Setya Novanto diperiksa sebagai saksi terkait dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). --Foto: Imam Husein/Jawa Pos

Berita Terkait


Hargo.co.id JAKARTA – Pengembangan penyidikan kasus korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) ibarat benang kusut.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih sulit mengungkap aktor utama dalam perkara yang merugikan negara Rp 2 triliun tersebut. Terutama dari sektor politik.

Di antara 250 saksi yang telah dimintai keterangan, KPK belum menemukan titik terang keterlibatan pejabat lain, selain dua tersangka yang sudah ditetapkan. Yakni, mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman dan anak buahnya, mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Sugiharto.

Kemarin (10/1) KPK memanggil lagi Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) sebagai saksi untuk tersangka Sugiharto.

Lembaga antirasuah itu juga memeriksa Anas Urbaningrum. Keduanya dipanggil untuk dimintai keterangan seputar kapasitas masing-masing sebagai ketua Fraksi Golkar dan ketua Fraksi Demokrat saat penganggaran proyek di tingkat awal di DPR pada tahun anggaran 2011–2012.

”Saksi M. Nazaruddin (mantan bendahara umum Demokrat, Red) juga diagendakan pemeriksaan. Tapi, yang bersangkutan sakit,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Sayang, terkait dengan pemanggilan politisi itu, KPK enggan membeberkan hasil pemeriksaan. Terutama soal adanya pertemuan-pertemuan Setnov dengan para pihak yang diduga terlibat proyek senilai Rp 6 triliun tersebut.

”Pada prinsipnya, penyidik memastikan pertemuan-pertemuan itu dihadiri saksi (Setnov, Red) atau tidak,” jelas Febri.

Penyidik KPK mendapat informasi tentang pertemuan Setnov di sejumlah tempat di Jakarta. Mulai kantor Setnov di DPR hingga beberapa hotel.

Setnov kemarin diperiksa selama 3,5 jam. Dalam pemeriksaan, dia sebenarnya dipertemukan dengan salah satu pihak yang diduga turut serta dalam pertemuan tersebut.

Namun, Febri enggan menyebutkan pihak yang juga diduga berkaitan dengan penyidikan itu. ”Mohon maaf, tidak bisa kami sebutkan saat ini pihak tersebut (yang dipertemukan dengan Setnov, Red),” ucap dia.

Menurut Febri, pemeriksaan sebatas mengonfirmasi sejumlah pertemuan yang dihadiri Setnov. Dugaan sementara, pertemuan berkaitan dengan alur peristiwa pengadaan proyek yang didalami penyidik.

Share

Leave a Comment