Kunjungan Wabup Kabgor ke Jepang Disorot

Kunjungan Wabup Kabgor ke Jepang Disorot Surat Izin yang dikeluarkan Plt Gubernur untuk perjalanan Dinas Wakil Bupati dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo ke luar negeri. (F:istimewa)

Berita Terkait


Hargo.co.id LIMBOTO — Rencana keberangkatan Wakil Bupati Gorontalo Fadli Hasan ke Jepang pada 16 November mendatang menuai sorotan.

Pasalnya, saat ini Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo sedang berada di Maroko. Sehingga bila rencana tersebut dilakukan, maka akan terjadi kekosongan pimpinan daerah di Kabupaten Gorontalo.

Anggota Dekab Gorontalo Iskandar Manggopa mengemukakan, rencana keberangkatan Wabup Gorontalo bersama Kepala Dinas Pertanian ke Jepang sangat mencederai perasaan rakyat. Di saat daerah belum pulih dari bencana, pimpinan daerah malah keluar negeri.

“Penyerapan anggaran saja masih di bawah dan butuh pengawalan pemimpinan daerah. Saya sebagai mitra SKPD sudah melakukan evaluasi kepada SKPD, masih banyak program yang tersendat, bahkan ada yang masih nol persen. Presiden saja disaat negara sedang tak nyaman membatalkan kunjungannya ke beberapa negara,” tegas Iskandar.

Lebih lanjut Iskandar menyampaikan, keberangkatan Wabup Gorontalo Fadli Hasan dan Kadis Pertanian sangat tak relevan. Sebab, dalam izin tertulis menghadiri penandatangan kerjasama Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersama Ehime Jepang. Sementara UNG berada diwilayah Kota Gorontalo, kalau UMG mungkin masih relevan.

“Apa hasil yang dibawa nanti setelah dari kunjungan tersebut, padahal saat ini masyarakat di wilayah Kelurahan Kayubulan Kecamatan Limboto dan warga Desa Tabumela yang sampai saat ini rumahnya masih terendam banjir butuh perhatian, bukan malah keluar daerah,” jelasnya.

Ketua Fraksi Golkar Dekab Gorontalo sangat menyayangkan keberangkatan menggunakan APBD Kabupaten Gorontalo.

“Harus pasca bencana butuh pengawalan bersama termasuk pimpinan daerah, jangan justru pergi keluar daerah,” tandasnya.

Terpisah Juru Bicara Khusus Pemkab Gorontalo Sofyan Ishak menyampaikan, rencana keberangkatan Wabup Fadli Hasan ke Ehime Jepang merupakan tindak lanjut MoU yang telah ditandatangi Bupati Nelson Pomalingo dengan Pemerintah Perfekture Ehime Jepang di Kemendagri.

MoU berkaitan hibah yang akan diberikan kepada Pemkab Gorontalo berupa 2 unit pemadam kebakaran (damkar) dan 1 unit ambulance.

“Sebelum penandatangan MoU diawali dengan pertemuan yang diprakarsai oleh UNG,” kata Sofyan Ishak.

Agenda ini, menurut Sofyan Ishak, sudah dijadwalkan jauh sebelum bencana banjir terjadi.

Di Gorontalo selain Kabupaten Gorontalo Kabupaten Gorontalo Utara juga menerima bantuan hibah serupa dari Pemerintah Perfenture Ehime Jepang berupa 7 unit damkar dan 1 unit ambulance.

“Ini adalah salah satu hal yang mendorong pemerintah kabgor menindak lanjutinya, karena memang bantuan hibah seperti sangat dibutuhkan kabupaten gorontalo mengingat bencana kebakaran kerap terjadi, dengan kerugian yang tidak sedikit,” tutur Sofyan Ishak.

Menurut Sofyan Ishak, terkait banjir pemkab saat ini terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menindak lajutinya.

“Pemerintah tentu berupya agar dampak banjir bisa segra diselesaikan,” tegasnya.(wie/hargo)

Share

Leave a Comment