Lawan NKRI adalah Kemiskinan dan Kebodohan

Lawan NKRI adalah Kemiskinan dan Kebodohan Rusli Habibie saat menyampaikan orasi politiknya di depan warga Lemito yangmana berjanji akan membangun rumah sakit. (Foto Tim Pemenangan NKRI

Berita Terkait


GORONTALO, Hargo.co.id – Melakoni kampanye dialogis pada hari keempat di Zona Tiga putaran kedua, pasangan Rusli Habibie-Idris Rahim mengambil tempat di Lemito, Pohuwato. Materi yang diangkat oleh Jurkam, terkait siapa lawan pasangn Nyata karya Rusli-Idris (NKRI) saat ini.

Melalui Jurkam Nasir Giasi, terungkap jika lawan NKRI bukanlah nomor urut 1 dan 3 seperti yang diketahui masyarakat saat ini. “Lawan NKRI sebenarnya adalah kemiskinan dan kebodohan di Gorontalo. Saya yakin hal tersebut karena pak Rusli Habibie dan pak Idris Rahim pada periode sebelumnya, memperlihatkan bukti,” kata Nasir Giasi.

Materi lain yang dibeberkan yakni soal pemekaran Gorontalo Barat (Gobar). Selain bantuan dana untuk Gobar oleh NKRI, Ketua Komisi II DPR RI, Zainudin Amali juga sahabat Rusli Habibie. Apalagi saat ini, pemekaran merupakan kewenangan Komisi II DPR RI.

“Hubungan pemerintahan NKRI dengan Kabupaten Pohuwato saat ini cukup baik. Kini muncul upaya dari NKRI untuk membangun rumah sakit di Lemito. Artinya, ketika terpilih kembali, maka pemerintah kabupaten cukup menyiapakan lahan, dan NKRI akan merealisasikan,” tegas Nasir Giasi.

Sementara itu, Jurkam Suharsi Igirisa, menegaskan jika NKRI bukan hanya dikenal di Provinsi Gorontalo, tapi juga di nasional. “Buktinya, banyak penghargaan yang didapat selama NKRI memimpin Gorontalo. Selain itu, dana yang mengalir dari pusat adalah bukti jika jika pemerintah pusat mengenal dan percaya ke NKRI,” kata mantan ketua DPRD Pohuwato ini.

Mantan Ketua Tim Pemenangan Fadel Muhammad-Gusnar Ismail (FMGI) pada 2006 lalu, Ishak Liputo juga hadir di panggung NKRI. Pada orasinya, Ishak Liputo mengungkap jika Rusli Habibie punya pendukung fanatik sebanyak 59 persen. Belum termasuk pendukung Idris Rahim.

Olehnya, Ishak Liputo yakni jika pada Pilgub mendatang, NKRI akan menang seperti kemanangan pasangan FMGI pada 10 tahun lalu. “Panglima adalah suara rakyat, dan pak Rusli Habibie sadar dengan hal itu. Jika hari ini NKRI menag di Pilgub, maka marilah kita bulatkan tekad untuk mewujudkan Gorontalo Barat,” kata Ishak Liputo.

Saat masuk sesi dialog, Yusuf, salah seorang warga meminta agar pembangunan infrastruktur seperti jalan dan lainnya, dilanjutkan ketika NKRI kembali terpilih. “Kami dari masyarakat tak minta banyak-banyak, cukup memperhatikan jalan serta kebutuhan lainnya ketika terpilih nanti,” kata Yusuf.

Menanggapi hal tersebut, calon Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie berjanji akan memenuhi semua apa yang diinginkan rakyat. Bahkan tekad sudah bulat untuk membangun Rumah Sakit Lemito dengan Tipe B. Tak tanggung-tanggung, ketika terpilih, maka dana yang disiapkan untuk langkah pertama yakni Rp 5 miliar. “Semuanya akan diwujudkan oleh NKRI, karena musuh utama adalah kemiskinan dan kebodohan,” kata Rusli Habibie.

Anggota DPRD Pohuwato, Hamdi Alamri memaparkan jika terkadang seseorang memilih pemimpin hanya melihat kesalahannya, sementara kebaikannya dilupakan. “Apa yang dibangun NKRI pada 5 tahun lalu, cukup jauh melewati apayang dibangun Fadel Muhammad selama 8 tahun. Fadel Muhammad bukan calon di Pilgub 2017 ini. Namun, saya heran, orang mengkultuskan sementara aram dalam agama untuk mengkultuskan seseorang,” kunci Hamdi Alamri yang mengakhir kampanye NKRI di Lemito. (jdm/hargo)

Share

Leave a Comment