Lepas Sapi Sembarangan Denda Rp 50 Juta

Lepas Sapi Sembarangan Denda Rp 50 Juta Kasatpol PP Pemkab Gorontalo Husain Ui saat menyampaikan kepada para kepala desa dan camat akan menindak tegas pemilik sapi yang ternaknya tidak dikandangkan alias hanya dilepas sembarangan. (Foto: Istimewa)

Berita Terkait


Hargo.co.id GORONTALO – Siap-siap bagi para pemilik hewan ternak berupa sapi dan kambing yang melepas hewan peliharaannya di sembarang tempat.

Pasalnya, Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Gorontalo akan menindak tegas para pemilik hewan lepas tersebut jika sampai hewan itu merugikan orang lain. Sanksi yang disiapkan pun cukup berat yakni berupa denda sebesar Rp 50 juta.

“Jadi sanksi kepada pemilik hewan lepas bukan hanya denda Rp 50 juta saja. Tetap kami akan menindak pula secara pidana pemilik hewan sapi yang bersangkutan dengan kurungan badan,”kata Husain Ui, Kasatpol PP Pemkab Gorontalo saat audience dengan para camat dan Kades di aula kantor PT. PG. Gorontalo,(17/11/2016).

Ditegaskan Husain UI, sikap dan tindakan tegas ini dilakukan sebagai efek jera terhadap pelaku pelanggaran perda hewan lepas. Hal ini menyusul kerusakan tebu milik PG Gorontalo yang sudah sangat parah dalam beberapa tahun terakhir.

Pihaknya tegas Husain UI akan melakukan penangkapan langsung terhadap hewan ternak lepas berkerjasama dengan perangkat terpadu lainnya seperti halnya aparat kepolisian.

“Kami pun menangkap hewan lepas itu akan berkoordinasi dengan kepala desa setempat. Terlepas sengaja atau tidak hewan itu dilepas, itu dianggap tetap melanggar dan dapat ditangkap serta kena sanksi. Ini termasuk dalam kategori gangguan kamtibmas,”tegasnya.

Tindakan tegas ini kata Husain UI sebagai implementasi Perda No.4/2014 mengenai penertiban hewan ternak.

Upaya penertiban hewan lepas akan dilaksanakan rutin oleh petugas Satpol PP sebagai kelanjutan laporan Serikat Pekerja Mandiri PG. Gorontalo belum lama ini.

“Jadi sekali lagi diingatkan kepada masyarakat agar bersiap apabila hewan ternaknya ditangkap karena terlihat merusak tanaman milik PG Gorontalo,”tandasnya.

Sementara itu Safrin Katili, Manager Rayon I PT. PG. Gorontalo berharap agar ketegasan Satpol PP Pemkab Gorontalo tidak hanya di forum saja melainkan harus ada implementasi di lapangan.

“Perlu efek jera bagi pemilik sapi yang merusak tebu, dan ini juga dibantu oleh kepala desa,” ungkap Safrin.

Terpisah Ketua Serikat Pekerja Mandiri PG. Gorontalo Yervan Bilondatu menanggapi penjelasan Kasatpol PP mengatakan, biaya kerusakan akibat sapi ini sudah makin parah. Ini sudah merupakan penyakit menahun dan tidak ada jeranya meski sudah sering kali dilakukan sosialisasi.

“Harapan kami tinggal sama bapak-bapak petugas Satpol PP selaku eksekutor Perda No.4/2014 tentang penertiban hewan lepas tersebut. Sebab sosialisasi sudah cukup dan sampai saat ini tidak ada efek jeranya,”katanya. (roy/hargo)

Share

Leave a Comment