Mandi di Sungai, Bocah 9 Tahun Hilang Terseret Arus

Mandi di Sungai, Bocah 9 Tahun Hilang Terseret Arus Proses pencarian bocah hilang di Sungai Donggala tepatnya di kompleks Jemabatan perbatasan Biwau-Donggala mengundang kehebohan warga, Minggu, (6/11). INSERT : Kapolres Gorontalo Kotas AKBP Ronny Yulianto turun langsung ke Sungai mencari sang bocah hingga malam hari. (foto : Natha/GP)

Berita Terkait


Hargo.co.id GORONTALO – Warga kompleks Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo mendadak dibuat gempar. Ini menyusul informasi hilangnya Didit Djabir di Bantaran Sungai Donggala. Bocah berusia 9 tahun diduga terseret arus karena mencoba berenang di tepian sungai, Minggu, (6/11) sekira pukul 14.00 Wita.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, kejadian bermula saat Didit bersama tiga rekannya masing-masing Radit Tes (10) Andika (10), dan Aldi (10) pergi bermain di Sungai Donggala, sekira pukul 13.00 Wita.

Setelah asyik bermain mereka kemudian mandi tepat di bawah jembatan gantung (perbatasan Biawau dan Donggala). Awalnya Keempat siswa SD itu hanya mandi dibagian pinggir sungai tersebut. Saat situasi sungai sudah sepi, Didit memberanikan diri berenang ke tengah sungai.

Hal itu membuat tiga rekannya pun khawatir. Mereka kemudian menegur Didit agar cepat kembali ke pinggir Sungai. Namun baru saja hendak kembali, arus sungai yang saat itu cukup deras langsung menyeretnya.

Ketiga rekannya yang melihat kejadian itu tak kuasa memberikan pertolongan. Mereka pun segera naik dan mencari pertolongan kepada warga sektitar, selanjutnya memberitahukan kepada Yana, orang tua Didit. Mendengar informasi itu, Yana dalam kondisi panik langsung belari menuju ke sungai.

Namun, Didit sudah tak ada lagi di sekitar wilayah Sungai itu. Yana kemudian langsung menghubungi petugas Polsek setempat. Oleh petugas kepolisian, informasi selanjutnya sampai ke petugas Badan SAR Nasional.

Sekira pukul 15.00 Wita, tim dari Badan SAR Nasional tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung melakukan pencarian terhadap Didid. Pihak Basarnas, dibantu tim dari jajaran Polres
Gorontalo Kota dan Kodim 1304 Gorontalo segera terjun menyisir sepanjang sungai. Namun hingga pukul pukul 20.00 Wita, bocah malang itu tak kunjung di temukan. Pencarian pun dihentikan karena situasi sudah cukup gelap.

Radit Tes rekan Didit yang diwawancarai Gorontalo Post, mengatakan, ketika mereka tengah asyik mandi, Didit memberanikan diri pergi ke tengah sungai. “Torang so kase tau pa dia janga ka tengah sungai tapi dia tidak badengar,” kata Radit.

Waktu itu kata Radit, ia dan teman lainnya ingin menolong Didit. Tapi karena arus terlalu deras, mereka tak berani melakukannya. “Kitorang juga tako mo batolong. (Takut menolong). Soalnya air ba arus (berarus),” ujar Radit.

Korditator Reskium Badan SAR Nasional Kota Gorontalo Brian Abdul Kadir Ngiu mengatakan, pihaknya telah berupaya maksimal untuk menemukan Didit. Namun, sampai saat ini belum ditemukan. “Pencarian kita hentikan sementara karena sudah larut malam. Tapi esok pencarian akan kita lakukan lagi,” kata Abdul Kadir.

Kapolres Gorontalo AKBP Ronny Yulianto yang ikut langsung melakukan pencarian bocah tersebut mengatakan, pihaknya masih berusaha melakukan pencarian kepada korban hanyut tersebut. Personil Sabhara telah diturunkan untuk melakukan pencarian ini.

“Saya saja harus turun dalam guna melakukan pencarian kepada bocah tersebut. Esok akan kita lanjutkan lagi pencariannya,” kata Ronny, tadi malam.

Menyusul kejadian ini pula, Ronny mengimbau kepada seluruh orang tua, agar tidak lebih memperhatikan pengawasan terhadap anak-anak. Di tengah kondisi iklim yang kurang bersahabat ini, jangan memberikan izin kepada anak-anak untuk bermain di sungai. “Ini patut jadi perhatian seluruh pihak. Larang anak-anak jika bermain di tempat-tempat berbahaya, termasuk di areal sungai,” imbuhnya.(tr-49/hargo)

Share

Leave a Comment