Melamar Kerja di RS Toto, Oknum Dokter Gadungan Dibekuk


BONE BOLANGO, Hargo.co.id – Tidak hanya oknum TNI-Polri gadungan saja. Provinsi Gorontalo juga sudah mulai dimasuki oleh oknum dokter gadungan.

Minggu, (8/1) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bone Bolango meringkus oknum dokter gadungan inisial JM (26) alias Jes di salah satu klinik kesehatan yang ada di Kota Gorontalo.

Ini menyusul laporan dari Sekretaris IDI Gorontalo Thaib Saleh ke Polres Bone Bolango terkait dugaan pemalsuan dokumen atau berkas lamaran kerja di Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Toto Kabila, Bone Bolango.

Informasi yang dihimpun Gorontalo Post (grup hargo.co.id), Jes dilaporkan ke pihak berwajib karena dugaan pemalsuan identitas pada berkas lamaran kerja di RS Toto Kabila.

Sepak terjang Jes sebagai oknum dokter gadungan terungkap setelah tim Credentialing RS Toto Bone Bolango yang dipimpin dr Romi Wijaya melaporkan adannya kejanggalan dalam berkas lamaran kerja Jes yang dimasukan pada September 2016 silam.

Saking ketatnya seleksi atau penjaringan yang dilakukan Tim Credentialing tersebut sehingga berkas Jes belum langsung diterima melainkan masih dilakukan penelitian lebih mendalam.

Kejanggalan pada berkas lamaran itu baru terungkap pada Kamis (5/1).

“Kita mendapat laporan dari tim verifikasi berkas, katanya ada kejanggalan dalam berkas lamaran dari dokter tersebut,”kata Thaib Saleh saat diwawancarai Gorontalo Post usai memberikan laporan di Mapolres Bone Bolango, Minggu (8/1).

Lanjut Thaib Saleh, saat diperiksa lewat aplikasi online perihal status dokter itu, ternyata nomor STR (Surat Tanda Registrasi) Dokter yang ada di copyan berkas lamaran tidak ada data-data dokter Jes tersebut.

Biasannya kata Thaib, jika diketik nama dokter di aplikasi online, maka akan muncul semua datannya dan identitas dokter.

Penelusuran tim Credentialing dan pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gorontalo terus dilakukan dengan mengecek ijasah Jes di fakultas kedokteran Tanjung Pura, Kalimantan Barat.

Ternyata setelah dicek melalui aplikasi online Pendidikan Tinggi (Dikti) kedokteran, ternyata nama Jes juga tidak ada.

NIM (Nomor Induk Mahasiswa) yang ada hanya atas nama orang lain bukan Jes.

“Karena melihat data-data yang janggal itu, saya dengan dr Mulyadi putuskan akan tunggu ijasah aslinya pada Senin (9/1). Dan karena ini menyangkut organisasi IDI, maka kami juga lapor juga ke Ketua IDI Wilayah Gorontalo dr AR Mohamad,”kata Thaib Saleh.

Hingga pada Sabtu (7/1) malam setelah melakukan diskusi panjang terkait hasil penelusuran identitas Jes yang diduga dokter palsu itu, maka pihaknya melaporkan Jes ke Polres Bone Bolango untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Sejauh ini diakui Thaib Saleh, memang belum ada korban mal praktek, tetapi bagi Thaib, ini bukan persoalan ada korban atau tidak, melainkan perbuatan yang dilakukan Jes tersebut dianggap telah merusak organisasi dan profesi kedokteran.

“Harapan saya, polisi gunakan UU 29 tahun 2004 tengang praktik kedokteran, ini untuk menjerat yang bersangkutan karena jelas-jelas melakukan tindakan seperti yang diamanatkan dalam pasal 77 dan 78. Jangan sampai pelaku dilepas lagi dan mengulangi lagi hal yang sama dan nanti korbanya adalah masyarakat,”tandasnya.

Seperti diketahui dalam pasal 77 dijelaskan setiap orang dengan sengaja menggunakan identitas berupa gelar atau bentuk lain yang menimbulkan kesan bagi masyarakat seolah-olah yang bersangkutan adalah dokter atau dokter gigi yang telah memiliki surat tanda registrasi dokter gigi dan/atau surat izin praktik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp. 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).(roy/wie/hargo) 

Share

Leave a Comment