Menelusuri Kisah Mistis di Rumah Berdarah: Diteror Sejak 2015, Temukan Tanah Terbungkus Kafan


JARUM Jam menunjuk pukul 20.00 Wita. Sebuah rumah di kawasan lorong emes Desa Bubeya Kecamatan Suwawa, Bone Bolango nampak terus dipadati warga.

Rumah tersebut berukuran minimalis, dengan model bangunan sederhana dan berada di tengah pemukiman warga. Namun letak rumahnya sedikit agak ke dalam, karena memiliki pekarangan cukup luas.

Namun luasnya pekarangan tersebut nampak seperti tidak mampu menampung rasa penasaran warga yang ingin mengetahui lebih dekat cerita seputar rumah berhantu yang berkembang.

Tak ada suasana khusus yang terasa selain keramaian di pekarangan rumah bercat depan putih kombinasi hijau tersebut. Dilihat dari dekat, rumah tersebut memiliki 3 buah pintu.

Satu pintu depan di bagian teras, dan sebuah pintu samping kiri rumah, dan satunya pintu belakang yang semuanya terkunci rapat.

Cukup lama Gorontalo Post menunggu untuk berkesempatan masuk dan bertemu pemilik rumah. Saat itu, petugas Polsek Suwawa nampak berada di dalam rumah bersama beberapa ustad, dan pemilik rumah. Lebih dari sejam menunggu, setelah dimediasi aparat Polsek Suwawa, Gorontalo Post akhirnya berkesempatan masuk ke rumah yang ‘Konon’ berhantu tersebut.

Sempat sempatnya saat awak koran ini masuk ke rumah, ketika melirik ke luar, nampak banyak warga yang mencoba memanfaatkan kesempatan itu untuk ikut masuk, namun sempat dicegah oleh petugas.

Suasana lain terasa ketika awak Koran ini masuk, sedikit hangat dengan kuduk merinding.Entahlah karena bawaan cerita mistis yang terlanjur berkembang. “Silahkan masuk,” ujar seorang perempuan yang belakangan diketahui merupakan pemilik rumah. Suasana dalam rumah hanya diterangi seadanya.

Entah karena malam yang memang mulai larut, atau karena prosesi ritual ruqyah yang masih dilakukan. Itu hanya cerita di luar yang masih terekam hingga ke dalam rumah. Masuk dari pintu depan, sebuah ruangan berukuran 3×3 meter menyambut.

Nampaknya itu adalah ruang tamu. Namun letak kursinya tidak lagi tertata apik. Mungkin juga karena prosesi ritual yang dilaksanakan.

Jika dihitung, total ada empat ruang dalam rumah ini. Ruang tamu, yang dibatasi sebuah gerbang kecil ke ruang keluarga. Jika ditarik bentuk ruang tamu ke ruang keluarga, membentuk sudut ketupat.

Share

Leave a Comment