MenpanRB Asman Abnur : Kalahkan Malaysia di Sektor Pariwisata!

MenpanRB Asman Abnur : Kalahkan Malaysia di Sektor Pariwisata! Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur. Read more: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=134445&kat=20#ixzz4QhcqXM7b

Berita Terkait


Image Kemenpar Leaderboard

Hargo.co.id BANYUWANGI – Rupanya tak hanya Menpar Arief Yahya saja yang menempatkan Malaysia sebagai “rival” emosional, dan Thailand sebagai lawan profesional. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Asman Abnur juga memancarkan message yang sama.

Saat melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi, Senin (21/11), MenpanRB mengaku ingin segera menyalip Malaysia khusus di bidang pariwisata. “Saya pikir Malaysia harus kita kalahkan dari segi pariwisata,” kata Asman Abnur di Puncak Gunung Ijen, Jawa Timur.

Pertanyaannya adalah apakah kita mampu? Apakah pariwisata Indonesia sanggup bersaing? Bisa menyalip Malaysia? Di 2015 saja, Indonesia masih jauh di bawah Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Dari data kunjungan wisman, Indonesia baru tembus 10,4 juta, Singapore 15 juta, Malaysia 25 juta, Thailand 30 juta. “Indonesia punya banyak destinasi yang world class. Di Ijen saja ada blue fire yang cuma ada dua di dunia, Banyuwangi dan Iceland. Saya kira dalam waktu yang tak terlalu lama kita bisa menyalip Malaysia,” ungkapnya.

Keyakinan ini bukan tidak beralasan. Tanda-tanda itu sudah bisa dilihat dari tahun 2015. Di bawah kepemimpinan Menpar Arief Yahya, pertumbuhan wisman ke Indonesia naik pesat 10,3%. Suasana industri pariwisata sangat kondusif dan hidup. Angka growth sudah jauh di atas ASEAN yang mencatatkan kenaikan 5,1 dan dunia yang naik 4,4%.

Dibanding negara. ASEAN lainnya, Indonesia juga sudah jauh meminpin. Singapore hanya naik 0,9%, Malaysia malah turun 15,7%. Hanya Thailand yang mencatatkan kenaikan paling spektakuler 20,4%, karena ada 8 juta wisatawan dari Tiongkok yang masuk. Tahun 2016 ini diperkurakan sudah 10 juta lebih dari China. Pertumbuhan wisman Tiongkok yang ke Malaysia dan Indonesia, jauh lebih progress Indonesia.

Country brandingnya? Dari data World Economic Forum 2015, Wonderful Indonesia naik menjadi peringkat 47, dari sebelumnya tidak punya peringkat. Itu sudah mengalahkan Truly Asia Malaysia papan 96, termasuk Amazing Thailand peringkat 83. Menpar Arief Yahya memang sangat serius membangun brand Wonderful Indonesia.

Berbagai kompetisi yang digelar secara resmi (official) oleh lembaga resmi yang mengurusi pariwisata dunia, Indonesia juga membuktikan lebih hebat. World Halal Travel Award 2015, di Abu Dhabi, Uni Arab Emirate, Indonesia menyabet 3 penghargaan. Malaysia yang selama ini menjadi rajanya “halal destination” tidak mendapatkan apa-apa.

Dari UNWTO Award 2016 di Madrid Spanyol, Indonesia juga menyabet 3 penghargaan, sedangkan Malaysia nihil. Lalu di level regional ASEAN, melalui ASEANTA Award di Manila, Filipina, Indonesia merebut 3 penghargaan, Malaysia 2 award. “Maka skor sementara 10 : 2 untuk Wonderful Indonesia,” jelasnya.

Award yang disambar? Jauh lebih dahsyat lagi. Wonderful Indonesia tak pernah absen dalam setiap penghargaan di setiap travel mart. Wonderful Indonesia selalu juara di mana-mana.
Di 2015, sudah ada tiga gelar juara dunia yang disambar dari World Halal Tourism Award di Abu Dhabi.

Share

Leave a Comment