Menpar Arief Yahya Sambut Gembira Rencana Buka Akses Gunung Kidul


Image Kemenpar Leaderboard

Hargo.co.id JOGJAKARTA – Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya mengapresiasi sahabat kerjanya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kabinet Kerja Jokowi-JK. Inilah salah satu implementasi “Indonesia Incorporated” bersatu untuk Merah Putih.

Tidak lagi terkotak-kotak oleh birokrasi yang membuat semua menjadi sulit. “Saya percaya Mas Budi Karya, beliau DNA-nya sudah pariwisata. Lama bergerak di industri pariwisata, jadi sudah memahami utuh strategi 3A dalam konsep pengembangan destinasi dan industry,” kata Menpar Arief Yahya.

Atraksi, Akses dan Amenitas, tiga sekawan yang tidak bisa dipisahkan dalam pengembangan destinasi. Pekerjaan atraksi, lebih banyak di pemda, pemkot, pemkab, dan pemprov yang memiliki atraksi di daerah. Atau langsung di bawah industri yang mengurus culture, nature dan manmade. Sedangkan Amenitas, murni 100 persen private sectors, atau swasta yang memiliki modal dan kompetensi seperti hotel, restoran, theme park, convention, dan lainnya.

Nah, Akses itu pekerjaan bersama 3A lagi, Airlines, Airport, dan Authority atau biasa diperankan oleh Kemenhub. Akses wisman yang masuk ke Indonesia itu 75% melalui udara, sisanya melalui penyeberangan di Kepri, cruise di 5 port, dan pelintas batas di perbatasan. “Dengan menyentuh salurah udara, menaikkan seats capacity, maka opportunity penambahan jumlah wisman juga makin besar,” katanya.

Salah satu yang mendapat dua jempol Menpar Arief Yahya adalah spirit untuk memikirkan pengoperasian Bandara Gading, sebagai bandara komersial untuk mengembangkan pariwisata Gunung Kidul, Jogjakarta.

“Bandara Gading telah dibangun, namun untuk melayani penerbangan komersial harus dievaluasi terlebih dahulu, terutama terkait dengan keselamatan dan keamanannya. Kemenhub akan membicarakan dengan Pemda untuk membahas masalah tersebut,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam Seminar Nasional Pengembangan Industri Pariwisata Gunung Kidul di Hotel Royalambarrukmo Yogyakarta, Jumat (18/11) lalu.

Bandara Gading itu ada di Gunung Kidul, dengan spesifikasi landas pacu 900 meter. Menurut Budi Karya, pengoperasian bandara tersebut dapat dikembangkan untuk penerbangan pribadi maupun pesawat jenis ATR, yang diharapkan mampu mendukung pengembangan potensi pariwisata dan kemaritiman di Gunung Kidul.

Seperti diketahui, Gunung Kidul punya potensi pariwisata alam dan budaya, yang butuh dukungan transportasi. Banyak destinasi yang muncul karena masyarakat yang sangat welcome, seperti Goa Pindul, Pantai Baron, Pantai Indrayanti, Pantai Pengilon, Air Terjun Sri Getuk, Goa Jomblang, dan lain-lain.

Share

Leave a Comment