Musda Golkar Gorut, Kubu Indra Nilai Kemenangan Thomas Tidak Sah


GORONTALO, Hargo.co.id – Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) tuntas. Thomas Mopili kembali menang secara aklamasi. hanya saja, kubu Indra Yasin menilai jika Musda itu cacat hukum.

Musda yang berlangsung Jumat (28/10) di Aula DPRD Gorut yang dipimpin Bidiyanto Napu, menetapkan Thomas Mopili sebagai Ketua DPD Golkar Gorut periode 2016-2021.

Penetapan Thomas sebagai ketua ini berlangsung secara aklamasi. Pasalnya, saat sidang dimulai dengan agenda pembacaan hasil verifikasi berkas persyaratan calon oleh Wakil Sekretaris DPD partai Golkar Provinsi Gorontalo, Kun Idrus, hanya ada berkas milik Thomas. Sementara berkas kandidat lainnya yakni Indra Yasin tidak berada di tangan pimpinan sidang. Indra juga tidak hadir pada Musda lanjutan ini.

Karena hanya ada satu berkas dan sesuai ketentuan partai telah memenuhi apa yang dipersyaratkan sebagai calon yang salah satu syaratnya adalah mendapatkan dukungan 30 persen dari pemegang suara, maka Thomas dinyatakan lolos dan langsung ditetapkan sebagai Ketua DPD II Golkar Gorut terpilih oleh pimpinan sidang Budiyanto Napu.

Terlebih Thomas mendapat dukungan penuh 9 Pengurus Kecamatan (PK) Thomas dari 11 PK yang ada serta dukungan lainnya. Thomas langsung membentuk tim formatur untuk penyusunan pengurus. Tim Formatur terdiri dari unsur DPD I Budiyanto Napu, Thomas Mopili, Hitler Datau, Hamzah Sidik dan Hasman Pakay.

Pimpinan Sidang Budiyanto Napu, meminta kepada tim formatur untuk segera menyusun kepengurusan maksimal dua pekan. Disamping itu, pihaknya menekankan agar berkas calon lainnya dicari agar tidak menimbulkan polemik.
Ketua DPD II Thomas Mopili mengatakan, beberapa target politik yang menjadi tanggungjawab kepengurusannya mendatang diantaranya menargetkan 13 kursi DPRD Gorut serta memenangkan paket Nyata Karya Rusli Idris (NKRI) di Gorut. “Target utama kita, NKRI menang, 13 kursi parlemen Gorut mendatang. Saya yakin, pak Indra mendukung dalam kepengurusan ini karena. Soal Indra Yasin tidak hadir, saya yakin sebagai bentuk, dukungan beliau memberikan kesempatan terhadap adiknya untuk berkiprah,” tegasnya.

Ketua PK Golkar Biau, Hitler Datau mengatakan, besarnya dukungan kader terhadap Thomas Mopili lantaran kerja yang telah ditunjukan selama ini mempu membawa Golkar menjadi partai terebsar di Gorut.

Meski sudah ada penetapan ketua terpilih, namun sejumlah kader justeru menilai Musda kali ini cacat hukum. Tak heran sejumlah pemilik suara memilik tidak hadir pada agenda penting tersebut, diantaranya Ketua Kosgoro Muksin Badar, Ketua AMPI Zulfikar Usira, dan tiga Pengurus Kecamatan (PK) yakni PK Anggrek, PK Tolinggula dan PK Monano.

Muksin Badar menilai, ketidakhadiran mereka lantaran undangan yang diterima bukan ditandatangai oleh Pelaksana Tugas (Plt) Golkar Gorut, namun hanya Panitia Pelaksana. “Setahu kami, Musda ini menjadi kewenangan Plt. Kenapa panitia yang mengundang. Bagi kami bukan persoalan menang dan kalah, tapi prosesnya,” ketus Muksin.

Selain itu pihaknya juga mempertanyakan soal berkas pendaftaran Indra Jasin yang tercecer ditangan pimpinan sidang. Harusnya dicari dulu, tidak serta merta Musda dilanjutkan dengan penetapan.

“Kenapa itu hilang, ada apa? Kami keberatan, bagi kami Musda ini tidak sah, cacat hukum. Ada proses yang tidak dijalankan,” tandasnya makanya kami akan lakukan langkah-langkah sesuai prosedur untuk mencari kebenaran,” tegas Muksin. (idm/hargo)

Share

Leave a Comment