Nekat, Mahasiswa Ini Nyolong di Kampus

Nekat, Mahasiswa Ini Nyolong di Kampus AD alias Dula berhasil diamankan petugas Polsek Kota Tengah. INSER : AD saat digiring ke Polsek Kota Tengah, Kamis, (10/11). (foto : Rudini/GP).

Berita Terkait


 

GORONTALO, Hargo.co.id– Petugas Polsek Kota Tengah menciduk AD alias Dula (19), warga Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo.

Pria yang tercatat sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi Islam di Gorontalo itu dibekuk saat hendak beraksi di Kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Kamis, (10/11), sekira pukul 05.00 Wita.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post (grup hargo.co.id), penangkapan bermula ketika sejumlah mahasiswa yang berada disekitar kampus melihat gerak-gerik AD yang mencurigakan di waktu dini har itu. AD memang sudah menjadi target operasi (TO) dari petugas kepolisian.

Keberadaan AD di kampus UNG ini, kemudian dilaporkan oleh sejumlah mahasiswa kepada petugas kepolisian. Petugas kepolisian pun langsung turun ke TKP dan memantau gerak-gerik dari pelaku.

Saat itu AD masuk kedalam salah satu laboratorium di Fakultas MIPA UNG. Rupa-rupanya, AD hendak memastikan situasi di sekitar itu.

Sebab di dalam Lab ada sejumlah mahasiswa yang tengah tertidur.

Setelah memastikan para mahasiswa itu tertidur, AD kemudian mengambi 1 buah Laptop dan 4 handpnoe milik para mahasiswa.

Tidak berhenti disitu, ia juga ikut mengambil sandal milik mahasiswa yang berada di depan Lab.

Setelah barang curiannya itu ia dapatkan, AD pun bersegera kabur.

Namun kini petugas kepolisian yang memantaunya sedari tadi langsung keluar dari persembunyian dan segera menciduknya.

AD kemudian langsung diseret ke Polsek Kota Tengah. Dari tangan tersangka, petugas menyita menyita 6 buah laptop, handphone, serta 1 buah sepeda motor yang disita kepolisian dari rumahnya di Kelurahan Dulomo.

Dari hasil introgasi AD mengaku melakukan aksinya sejak bulan Juli 2016. Sasarannya tidak saja di wilayah Kota Gorontalo saja. Tapi juga di Kabupaten Gorontalop.

“Saya beraksi kalau korban lengah atau tidur. Pernah saya juga nyuri di Masjid dan di asrama mahasiwa, termsuk di Kampus. Saya menyesal telah berbuat tindakan itu,” kata AD ketika diwawancarai, Kemarin, (11/11).

Kapolsek Kota Tengah Iptu Mohammad Tamsil Manopo mengatakan, pelaku berhasil ditangkap atas bantuan informasi masyarakat.

“Pelaku sudah mengakui perbuatannya itu. Yang bersangkutan saat ini sudah kita amankan,” ujarnya. Atas perbuatannya itu kata Mohammad Tamsil, pelaku akan dijerat pasal 363 ayat (1) dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.  (tr-49/tr-53/hargo)

Share

Leave a Comment