Nekat Nyolong, Remaja 11 Tahun Nyaris Diamuk Massa

Nekat Nyolong,  Remaja 11 Tahun Nyaris Diamuk Massa Aldo, remaja berusia 11 tahun yang tertangkap melakukan pencurian di Kelurahan Biawu saat hendak diperiksa di Polres Gorontalo Kota, Jumat, (18/11). (foto : Rudini/GP).

Berita Terkait


Hargo.co.id GORONTALO – Lantaran nekat nyolong, Aldo, remaja berusia 11 tahun asal Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo nyaris dihaikimi massa. Ia tertangkap, ketika beraksi di kios milik Maryam di Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Jumat, (18/11) sekira pukul 09.00 Wita.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, pencurian di kios Maryam itu terjadi saat ibu rumah tangga (IRT) itu baru saja membuka kios dagangannya.

Setelah kios dibuka, Maryam pun masuk ke dalam rumah untuk mempersiapkan masakan buat sang suami.

Karana tak ada orang yang menjaga kios pagi itu, Aldo yang kebetulan melintasi kawasan kios Maryam melihat peluang bagus. Ia dengan leluasa masuk dan mencoba untuk mengambil dagangan di dalam kios.

Untungnya, saat itu Maryam bisa dengan cepat mempersiapkan makanan sang suami di dapur, dan segera balik ke depan rumah. Ketika masuk ke dalam kios, Maryam terkejut setelah mendapati Aldo yang sedang membuka laci meja tempat menyimpan uang.

Maryam langsung berteriak. “Papancuri” teriakkk Maryam ketika melihat Aldo.

Merasa aksinya itu ketahuan, Aldo seketika panik dan segera mengambil langkah seribu. Ia menabrak Maryam yang berdiri di depan kios.

Namun teriakan Maryam tadi terdengar oleh warga sekitar. Warga kemudian berbondong-bondong mengejar Aldo.

Alhasil, ia berhasil dibekuk. Warga yang sudah emosi di pagi menjelang siang itu nyaris saja menghakiminya. Untung saja ada diantara mereka saling meredakan. Aldo kemudian dilaporkan ke Polres Gorontalo Kota.

Dari tangan Aldo, petugas menyita uang sebesar Rp 180 ribu yang diduga merupakan hasil curian di kios Maryam.

Kapolres Gorontalo Kota AKBP Ronny Yulianto melalui Kanit I SPKT Ipda Gerryliyus Feberra mengatakan, setelah menerima laporan korban dan warga, pihaknya langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Namun karena yang bersangkutan masih di bawah umur, petigas berusaha mengambil jalan mediasi.

“Kita melakukan mediasi anatra korban dan keluarga pelaku agar masalah ini dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Namun pihak korban bersikukuh melaporkan guna efek jera pelaku,” ujar Ipda Ferry.

Ia kemudian menambahkan laporan saat ini sementara di tangani pihak Reskrim

“kami sudah memberikan laporan tersebut ke pihak Resrkri dalam guna proses penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya. (tr-49/hargo)

Share

Leave a Comment