Nelayan Botumoito Tenggelam Teluk Tomini

Nelayan Botumoito Tenggelam Teluk Tomini KORBAN - Imran Makrum dievakuasi menuju rumah duka di Desa Hutamonu, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boelamo, Sabtu, (19/11). (foto : Istimewa).

Berita Terkait


Hargo.co.id GORONTALO – Niat mencari nafkah di laut berbuah malapetaka. Begitulah nasib yang menimpa Imran Makruf (28), warga Desa Hutamonu, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo.

Ia jatuh dari atas perahu ketika hendak menjaring ikan di perairan Teluk Tomini. Insiden itu terjadi pada Jumat, (18/11), namun jasad Imran baru ditemukan pada Sabtu, (19/11).

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, kejadian bermula ketika korban Imran pergi bersama rekannya Ade. Keduanya berangkat Jumat sore hari sekira pukul 17.30 Wita.

Ketika itu arus laut cukup ekstrim. Namun karena diburu oleh kebutuhan ekonomi, mereka tetap memaksa melaut.

Hingga di tengah laut, Imran dan Ade menemukan kawanan ikan. Segera saja, keduanya melepaskan jaring. Naasnya ketika jaring akan kembali diangkat, perahu oleng hingga membuat Imran jatuh dari atas perahu.

Karena arus cukup deras, Imran yang malang itu kehilangan kendali akibat diombang ambing arus laut, hingga akhirnya ia tenggelam. Sejatinya waktu itu, rekannya Ade berniat menolongnya.

Namun karena kondisi arus yang sangat ekstrim itu, Ade jadi ciut. Setelah Imran hilang dari pandangannya, Ade segera balik ke daratan dan memberitahukan kejadian tersbut kepada warga sekitar.

Kabar kehilangan Imran tersebut segera sampai ke BPBD Kabupaten Boalemo.

BPBD bersama Tim Badan SAR Nasional segera terjun dan melakukan pencarian. Namun hingga tengah malam, Imran tak tak kunjung ditemukan.

Pencarian baru kembali dilakukan esok harinya Sabtu, (19/11). Tim Badan SAR Nasional yang dibantu unsur TNI-Polri dan para nelayan setempat menyebar ke sektiar perairan Teluk Tomini Botumoito.

Akhirnya, jasad korban yang sudah tak bernyawa itu berhasil ditemukan sekira pukul 09.00 wita.

Kapolsek Botumoito Iptu Abubakar Rahim mengatakan, kematian korban murni kecelakaan. Keluarga sudah menjemput mayat korban dan menolak untuk dikakukan otopsi.

Menurut Abu Bakar proses pencairan mayat korban sempat memakan waktu kurang lebih satu hari. Yakni melibatkan tim

Basarnas Provinsi Gorontalo, TNI, gabungan Polres Boalemo dan Polsek Botumoito serta kalangan masyarakat Botomoito.

“Saat itu korban sudah didalam air dan terlihat berupaya naik ke perahu. Oleh salah seoerang rekannya, Ade berupaya melakukan pertolongan mengangkat tangan korban. Namun justru ditarik ke bawah hingga terlepas. Korban pun langsung tenggelam di dasar laut dengan ketinggian sekitar 2 meter dan tidak tertolong lagi. Bahkanrekan-rekannya pun kehilangan jejak korban,” tutur Iptu Abubakar.

Menyusul kejadian ini, anggota BPBD Kabupaten Boalemo Mengki Pomanto mengharapkan agar masyarakat utamanya para nelayan dapat melihat kondisi cuaca ketika hendak melaut. Jika memang kondis ekstrim, dan bergelombang, para nelayan diharapkan untuk menunda melaut sampai kondisi cuaca kembali memungkinkan.

“Perlu hati-hati karena cuaca yang saat ini tidak menentu dan sangat berbahaya bagi pelaut,” imbuhnya (tr-53/nrt/hargo)

Share

Leave a Comment