Ngomong Soal Aborsi yang Marak di Gorontalo, Ini Pandangan Psikolog


GORONTALO, Hargo.co.id – Fakta maraknya, aksi pembuangan bayi hasil hubungan luar nikah dan aborsi di beberapa daerah di Gorontalo tentu membuat kita terenyuh.

Bayi itu lahir atas hubungan haram yang sangat bertolak belakang dengan falsafah Gorontalo yakni Adat Bersendikan Syara,’ Syara’ Bersendikan Kitabullah.

Temuan itu mengungkap bahwa akhlak generasi muda Gorontalo jauh merosot.

Sulit membantah dugaan bahwa angka perzinaan di Gorontalo cukup tinggi. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan, bahwa yang muncul ke permu­kaan hanya lima kasus, tapi yang sesungguhnya belasan atau bahkan mungkin puluhan PR yang kini menjadi (pekerjaan rumah) bagi kita semuanya.

Menurut Sarwono psikolog, dengan adanya kehamilan yang terjadi sebelum pernikahan, maka akan berdampak buruk pada kondisi fisik, psikologis, dan sosial dari sepasang remaja terutama remaja perempuan.

“Secara psikologis dan sosial, seorang remaja yang dengan kehamilan di luar nikah akan mengalami kebingungan dalam peran sosialnya di masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, seorang remaja yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, akan menghadapi dilema dalam mengambil keputusan keberlangsungan kehamilannya.

Selanjutnya adalah ketidaksiapan mental dalam menghadapi proses kehamilan itu sendiri.

Proses menjadi ibu adalah sesuatu yang harus dipersiapkan dengan baik, sebab keadaan psikologis ibu pada saat hamil akan sangat mempengaruhi kepribadian sang anak kelak. Kehamilan sebelum pernikahan yang menimpa remaja biasanya terjadi pada saat usia mereka belum mencapai 20 tahun. (tr-45/hargo)

Share

Leave a Comment