NKRI Guncang Ibukota

NKRI Guncang Ibukota Idris Rahim menemui sejumlah ibu rumah tangga pada kampanyenya di Dungingi, Kota Gorontalo, Kamis (17/11) kemarin. (Foto Tim Pemenangan NKRI)

Berita Terkait


GORONTALO, Hargo.co.id – Selama dua hari menggelar kampanye dialogis di Kota Gorontalo, pasangan Rusli Habibie-Idris Rahim cukup mendapat respon dari warga. Tak pelak lagi, pasangan Nyata Karya Rusli-Idris (NKRI) hadir dan mengguncang ibukota. Terlebih ketika pasangan ini disokong Jurkam handal yang punya pengaruh di daerah ini.

Dapat dilihat dengan tampilnya politisi Partai Golkar, Fikrim AZ Salilama, yang mana menurutnya NKRI miliki berbagai terobosan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Gorontalo. Empat program unggulan yang telah dilaksanakan yaitu pendidikan gratis, kesehatan gratis, ekonomi kerakyatan dan infrastruktur telah diterapkan dan sangat bermanfaat, terutama untuk rakyat Gorontalo.

“Pendidikan gratis, kesehatan gratis ini yang sangat dirasakan oleh masyarakat Gorontalo. Kita semua merasakan, sebelum kepemimpinan Provinsi Gorontalo di bawah NKRI dan sebelum kepemimpinan Kota Gorontalo di bawah Marthen Taha-Budi Doku, rakyat Gorontalo harus mengeluarkan uang untuk pendidikan, dan saat sakit. Sekarang semua itu sudah tidak terjadi lagi, NKRI menjadikan semua gratis bagi rakyat Kota Gorontalo,” kata Fikrim AZ Salilama Rabu (16/11).

Selain Fikram AZ Salilama, NKRI juga menampilkan Jurkam seperti Ghalieb Lahidjun, Ketua AMPG Kota Gorontalo Risman Taha dan Ketua DPD Partai Perindo Yakub Tangahu. Belum cukup dengan itu, pada Kamis (17/11) NKRI kembali menampilkan Jurkam handal seperti Erwin Rauf, Marwan Ngiu, Nurlan Darise, Supardi Pujo dan Yeyen Sidiki.

“Warga Buliide berterima kasih kepada pasangan NKRI karena telah membangun jalan dari Buliide ke Iluta (pendaratan Soekarno) Danau Limboto. Pembangunan itu membuka akses jalan bagi warga untuk beraktifitas. Ini adalah bukti nyata pembangunan infrastruktur, yang telah dilakukan oleh NKRI selama 4 tahun 9 bulan memimpin Gorontalo,” kata Erwin Rauf di Buliide, Kota Barat.

Sementara itu, Marwan Ngiu menjelaskan bahwa terlihat ada kemajuan ketika Provinsi Gorontalo dipimpin pasangan NKRI. Terlebih ketika ada kerja sama antara NKRI dengan MADU (Marthen Taha-Budi Doku) di kota Gorontalo. “Jika ingin ikut Pilgugb 2017, tak perlu menghujat NKRI. Cukup memperlihatkan bukti kepada masyarakat terkait kemajuan Gorontalo sudah terbukti. Pembangunan jalan, bantuan infrastruktur lainnya telah membantu masyarakat kota,” jelas Marwan Ngiu.

Mantan Asisten II Pemprov Gorontalo, Nurlan Darise menjelaskan bahwa NKRI adalah pasangan yang klop yakni politisi dan birokrat. Berhasil membangun Gorontalo dengan kerja nyata karena keduanya saling melengkapi. Sehingga tetap bersama, dan tidak bercerai politik di masa pemerintahannya, dan kini bisa bersama lagi melanjutkan pembangunan di Gorontalo.

“Mereka asli Gorontalo, karenanya mereka cinta dengan Gorontalo. Membangun Gorontalo dengang segenap jiwa raga mereka, dan tentunya mereka akan terus bekerja dan berkantor di Gorontalo. Bukan berkantor di Jakarta lalu mengunjungi Gorontalo sehingga terlihat di Gorontalo seperti kantor perwakilan,” kata Nurlan Darise. (jdm/hargo)

Share

Leave a Comment