NKRI Tarik Gugatan di PT TUN, Adhan Kecewa?


GORONTALO, Hargo.co.id — Calon Wakil Gubernur Gorontalo Adhan Dambea menyatakan tidak setuju penarikan gugatan oleh calon Rusli Habibie.

Adhan justeru menginginkan proses hukum atas ijazah SD miliknya ini berjalan terus hingga mendapatkan kepastian hukum.

Sebab masalah ijazah ini selalu dipersoalkan setiap ada helatan politik. Sehingga jika ada keinginan dari pihak penggugat untuk mencabut gugatannya maka dirinya tidak sependapat.

Menurut Adhan, kasus ijazah ini berbeda dengan pemilihan walikota kemarin.

Jika pada pemilihan walikota Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo mencabut laporan karena alasan Kadis tidak tahu bagaimana prosesnya sampai keluar Surat Keterangan Tamat (SKT).

Sementara untuk kali ini, alasan pencabutan legalisir oleh Diknas Sulut karena Permendiknas nomor 29 tahun 2014 bahwa yang berwewenang melegalisir adalah Kepala Dinas.

“Nah, legalisir yang sebelumnya sudah dicabut dan diganti dengan yang baru, ditandatangani oleh Kepala Dinas. Jadi sudah tidak ada masalah sebenarnya untuk penarikan legalisir tersebut,” ujar Adhan.

Lagipula kata Adhan, alasan penarikan gugatan tersebut hanya karena pertimbangan keamanan.

Padahal Gorontalo cukup aman saat ini. Jangankan hasil PT TUN, saat posisi belum inkrah dibatalkan pleh PTUN Manado saja Gorontalo aman.

Apalagi untuk sekarang ini. Adhan lebih tidak setuju lagi jika pencabutan gugatan tersebut merupakan “barter” dengan kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Zainuddin Hasan di Polda.

Menurutnya, yang dipermasalahkan di PT TUN Makassar adalah dirinya, sedangkan yang berperkara di Polda adalah Zainuddin.

Jadi saya tidak tahu menahu dan tidak boleh ada keputusan sepihak seperti itu. Namun Adhan menyatakan bahwa sesuai pernyataan resmi Zainuddin, belum ada pencabutan laporan di Polda Gorontalo.

“Saya berharap masyarakat tahu bahwa pencabutan ini bukan atas permintaan pasangan BerZihad. Karena kita berkeyakinan siapapun yang diijinkan Allah, pasti akan jadi. Jangankan di PT TUN Makassar, di Mahkamah Agung pun kita siap,” tandas Adhan.

Jangan sampai kata Adhan, kasus ini justeru akan dijadikan alat lagi untuk memukul balik pihaknya di kemudian hari. (fem/hargo)

Share

Leave a Comment