Opssss… Ternyata Gugatan NKRI Atas ZIHAD Tetap Lanjut

Opssss… Ternyata Gugatan NKRI Atas ZIHAD Tetap Lanjut Zainuddin Hasan menandatangani fakta integritas Pilkada Damai yang digelar Bawaslu Provinsi Gorontalo, di Hotel Damhill, Kota Gorontalo, senin (21/11) (F. Yudhistirah Saleh/ Gorontalo Post)

Berita Terkait


GORONTALO, Hargo.co.id – Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Makassar, sepertinya tetap menyidangkan gugatan pasangan Nyata Karya Rusli Idris (NKRI) terhadap pencalonan pasangan Zainuddin Hasan-Adhan Dambea (ber-Zihad).

Kendati sebelumnya, pasangan NKRI telah menyatakan menarik gugatan tersebut.

Jadwal sidang lanjutanya terkait gugatan NKRI itu, diagendakan Rabu (23/11) hari ini.

Kepastian jadwal sidang gugatan NKRI di PTTUN Makassar ini dibenarkan ketua komisi pemilihan umum (KPU) Provinsi Gorontalo Muhammad N Tuli.

Sebagai pihak tergugat dalam perkara ini, pihak KPU menurut Muhamad N Tuli tetap mendapatkan pemberitahuan agenda sidang.

KPU sendiri digugat NKRI karena meloloskan pasangan ber-Zihad.

“Besok rabu (hari ini,red) sidangnya,”kata Muhammad N Tuli, semalam.

Hanya saja, lanjut ketua KPU sidang lanjutan kali ini, beragendakan pembacaan putusan hakim PTTUN Makassar atas pencabutan gugatan yang dilakukan oleh kuasa hukum NKRI.

“Sebelumnya saat kami hendak menyampaikan jawaban atas gugatan, tim pendukung NKRI langsung menyampaikan soal pencabutan gugatan kepada majelis hakim, dan saat itu juga hakim meminta tanggapan dari kami sebagai pihak tergugat,” ucapnya.

“Namun saat itu kami masih meminta waktu untuk berpikir terlebih dahulu sambil membicarakan pencabutan gugatan ini bersama seluruh komisioner KPU,” sambung N Tuli.

Sebelumnya, kuasa hukum pasangan NKRI, Dorel Amir mengatakan, pengajuan pencabutan gugatan NKRI, telah resmi disampaikan ke majelis hakim PTTUN Makassar, Senin (21/11) dan akan ditetapkan dengan oleh hakim PTTUN Makassar, pada Rabu (23/11).

“Tinggal ditetapkan oleh Hakim pada Rabu (hari ini,red). Setelah itu gugatannya resmi tidak dilanjutkan. Karena pernyataan pencabutan gugatan telah kami sampaikan sebelum adanya jawaban dari KPU,” tegasnya.

Dorel mengatakan, meski nantinya KPU Provinsi Gorontalo tetap menginginkan perkara ini dilanjutkan, pencabutan gugatan menjadi hak preogratif dari pihak penggugat.

Dorel menyatakan pencabutan ini merupakan permintaan khusus dari kliennya yaitu Calon Gubernur Rusli Habibie.

“Kalau soal yakin menang, tentunya kami yakin bisa memenangkan gugatan ini, tapi ini sudah menjadi permintaan langsung dari pak Rusli Habibie sebagai klien kami,” tambahnya.  (tr-45/hargo)

Share

Leave a Comment