Pakaian Cabo Masih Laris Manis

Pakaian Cabo Masih Laris Manis CAKAR BONGKAR - Antusias masyarakat yang membeli pakaian Cakar Bongkar (Cabo) di kawasan depan pertokoan pusat Kota Gorontalo Selasa (30/11).(Foto : Natha Gorontalo Post)

Berita Terkait


Hargo.co.id KOTA GORONTALO – Walaupun telah ada larangan dari pemerintah terkait penjualan pakaian bekas import. Namun, animo masyarakat di Kota Gorontalo untuk membeli pakaian bekas tersebut masih tinggi.

Sejumlah warga kepada Gorontalo Post mengatakan, keinginan mereka membeli pakaian import atau populer dengan sebutan cabo (cakar bongkar) oleh warga Kota Groontalo, karena harganya terjangkau dan juga banyak pilihan.

“Dibandingkan dengan harga di toko-toko yang sangat mahal, lebih baik kami membeli cabo,” ucap Kadir Husain dan Linda Usman warga Kota Gorontalo yang diwawancarai, disela-sela kesibukannya, memilih cabo di pasar di kawasan simpang empat depan salah satu dealer motor di Kota Gorontalo.

Disinggung terkait larangan pemerintah terhadap penjualan cabo karena alasan kesehatan, mereka mengungkapkan hal tersebut tak menjadi masalah. Pasalnya, sejak lama mereka membeli cabo, namun tak pernah mengalami masalah kesehatan.

“Kami membeli cabo sudah sekian tahun. Tapi hingga kini tak ada masalah. Kan murah, dari pada beli yang baru kualitas tak bagus, cabo umumnya pakaian bagus jika pandai-pandaianya memilih,”ungkap keduanya.

Sementara itu, Mirna penjual pakaian import ini mengatakan, larangan pemerintah tersebut menjadi hal yang berpihak kepada masyarakat kecil. Sebab, menjual pakaian import, telah menjadi pekerjaan mereka sejak beberapa tahun lalu.

“Kami mau kerja apa kalau ini dilarang. Dan kami mau makan apa kalau tak kerja,” ketus mereka.

Sementara itu Rudi pedagang cabo menambahkan, harga Cabo mulai Rp 10 ribu hingga Rp 25 ribu bisa juga ditawar.

Lumayan omzetnya Rp 500 ribu per hari. Rudi mengaku, peminat Cabo tak ada habisnya. Omzetnya bisa capai Rp 500 ribu bahkan lebih mendekati akhir tahun nanti,”tandasnya.(roy/hargo)

Share

Leave a Comment