Patung Garuda Dibuat untuk Memperingati HUT Proklamasi ke 71 Rusak

Patung Garuda Dibuat untuk Memperingati HUT Proklamasi ke 71 Rusak RONGSOKAN - Kondisi patung garuda raksasa kini tinggal rongsokan di lokasi wisata Danau Limboto. Insert: Warga yang berkunjung ke lokasi Museum Pendaratan Pesawat Ampibi Presiden RI pertama Soekarno di Desa Iluta, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo dulu menjadikan patung garuda itu tempat selfie warga.

Berita Terkait


Dulu Jadi Tempat Selfie, Kini Tinggal Jadi Sampah

Dulu keberadaan patung garuda raksasa yang dipajang di lokasi Museum Pendaratan Pesawat Ampibi Presiden RI pertama Soekarno di Desa Iluta, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo menjadi lokasi paling paforit warga untuk berselfie ria. Sayangnya, kini kondisi patung yang dibuat Guna memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Indonesia yang ke-71 itu tinggal menjadi rongsokan saja.

Danau Limboto Agustus lalu khususnya di Museum Pendaratan Pesawat Ampibi Presiden RI pertama Soekarno Desa Iluta, Kecamatan Batudaa banyak dikunjungi warga khususnya para penikmat wisata.

Ada beberapa daya tarik warga untuk mengunjungi tempat itu, salah satunya keberadaan Patung Garuda raksasa yang dipajang di lokasi tersebut.

Bahkan, tak sedikit mulai dari kalangan anak-anak, anak muda hingga orang dewasa berebutan untuk mengabadikan diri mereka dengan latar patung garuda raksasa tersebut.

Namun, beberapa hari setelah puncak HUT Proklamasi ke 71. Kondisi patung garuda yang buatan Pipin Idris seniman asal Gorontalo itu sudah mulai rusak. Ini ditandai dengan bagian kaki kanan patung yang terbuat dari bahan jenis styrofoam itu sudah mulai patah.

Hingga akhirnya tepat sepekan kemudian patung berwarna kuning emas itu sudah tak ada di lokasi, bahkan keberadaanya tak diketahui lagi. Kemarin, Minggu (27/11) saat Gorontalo Post melakukan pemantauan di lokasi danau Limboto.

Patung garuda itu tinggal menjadi rongsokan, bahkan sudah dibuang ke tempat pembuangan sampah. Kondisi patung garuda itu sudah sangat memprihatinkan karena sudah rusak parah.

Padahal, patung yang digagas Awaludin itu sudah cukup banyak membuang tenaga dan biaya tidak sedikit untuk pembuatannya.

Bahkan, untuk membawa patung itu hingga ke lokasi Museum Pendaratan Pesawat Ampibi Presiden RI pertama Soekarno di Desa Iluta itu menggunakan tenaga manusia untuk mengarak patung garuda itu sejauh 15 kilometer dengan berjalan kaki.

Patung yang merupakan lambang Negara Indonesia itu, diarak dari desa Huntu Selatan Kecamatan Bulango selatan, Kabupaten Bone Bolango.

Pipin Idris, salah satu seniman patung Gorontalo yang juga sebagai pembuat patung tersebut mengungkapkan, ukuran sebenarnya untuk patung garuda tersebut adalah 4 x 4 meter, namun kemudian diubah menjadi 4×6 mengacu pada patung monument nasional.

“Patung ini menggunakan kerangka bambu, yang kemudian dibungkus dengan styrofoam,” ungkap Pipin. (roy/hargo)

Share

Leave a Comment