Pekan Ini Pemprov Gorontalo Mutasi Besar-besaran, Ada Pejabat yang Mulai H2C


GORONTALO, Hargo.co.id – Pemerintah daerah (Pemda) se Gorontalo dipastikan melakukan mutasi besar-besaran, pekan ini juga.

Ini seiring dengan kebijakan pengisian organisasi perangkat daerah (OPD) yang baru saja disahkan di masing-masing Pemda.

Dipastikan pula, ada ratusan pejabat yang akan kehilangan jabatan, sebab ada ratusan jabatan yang dipangkas dari struktur OPD baru.

Untuk Pemprov Gorontalo, pelantikan pejabat dikabarkan akan berlangsung antara 27 atau 28 Desember 2016.

Informasi ini telah berhembus dikalangan pejabat seiring telah tuntasnya seluruh rangkaian tes pejabat yang akan menduduki posisi eselon II, III, dan IV pada Sabtu, (24/12).

Daftar nama pejabat eselon III dan IV yang akan siap dilantik sudah ada di meja Plt. Gubernur Gorontalo, berikut hasil tes job fit dan open biding untuk posisi eselon II yang diikuti sebanyak 60 pejabat.

Tapi, ada sejumlah pejabat eselon II yang hanya melalui pengukuhan langsung sudah berada dalam posisi aman.

Seperti jabatan asisten yang masih akan ditempati pejabat lama.

Begitu pun Inspektur dipastikan masih akan diduduki M.A Rosady Sambas, Dikbudpora oleh Weni Liputo.

Totalnya ada 18 pejabat eselon II yang menempati posisi aman, artinya bakal tak mengalami perbuhan, karena struktur OPD yang tidak berubah.

Sementara yang lainnya tengah dilanda ‘virus’ harap-harap cemas (H2C).

Belum ada yang mengetahui persis siapa-siapa yang akan menduduki posisi penting untuk jabatan eselon II, III, dan IV.

Hanya saja, dari informasi yang beredar, untuk pejabat yang akan menduduki posisi eselon II tak ada satu pun yang merupakan pendatang baru.

Sebagaimana diketahui, untuk OPD yang baru, total posisi pejabat baik eselon II, III, dan IV berjumlah hanya 655, sementara jika pejabat yang ada sesuai OPD lama berjumlah 743. Sehingga dapat dipastikan sebanyak 88 orang harus non job.

Sebelumnya pejabat eselon III dan IV sudah melalui tes CAT dan tallent pool.

Sementara untuk eselon II, selain dua tes tersebut juga melakukan ujian lanjutan. 18 pejabat yang menduduki SKPD yang tidak terjadi perubahan signifikan akan langsung dilakukan pengukuhan langsung.

Ada pun pejabat yang SKPD yang dipimpinnya terjadi penggabungan harus melalui tes job fit.

Share

Leave a Comment