Pekerjakan Narapidana, Hasilkan Uang Rupiah Pertahun

Pekerjakan Narapidana, Hasilkan Uang Rupiah Pertahun Peninjauan Penjara Australia oleh pihak Dirjenpas dan diikuti oleh Kepala Lapas Pohuwato, Rusdedy (Kedua dari Kiri) belum lama ini.

Berita Terkait


Ketika Lapas Pohuwato Sadur Management Indsutri Penjara Australia

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pohuwato yang diproyeksi untuk menjadi Lapas Industri, belum lama ini mewakili 20 Lapas Industri di Indonesia melakukan kunjungan ke Penjara Australia. Kunjungan itu sendiri tidak lain untuk mempelajari bagaimana mekanisme serta pengelolaan Lapas Industri. 

Zulkifli Tampolo
Roy Tilameo

Ada banyak hal yang dipelajari dari kunjungan ke Lapas Australia yakni di New South Wales (NSW) belum lama ini. Dimana pengelolaan industry Lapas mereka cukup maju dan terkelola dengan baik. Bahkan Lapas di Australia mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp 1,3 trilyun per tahun.

Ini disampaikan Kepala Lapas Pohuwato, Rusdedy saat diwawancarai Gorontalo Post, kemarin. Management Indsutri Penjara Australia kata Rusdedy bisa disadur dan diterapkan di Indonesia, khususnya di Pohuwato.

“Anggaran yang cukup besar itu dipergunakan untuk membiayai sebahagian operasional Lapas, pemberian upah kepada narapidana yang bekerja di Lapas dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, nantinya Lapas Pohuwato akan menyusun kembali management yang telah didapatkan di Lapas yang ada Australia untuk dikembangkan di Pohuwato, karena tidak semua bisa dipergunakan di Indonesia, khususnya di Pohuwato.

Beberapa management yang bisa disadur yakni bagaimana perekrutan narapidana menjadi pekerja, dimana ada satu lembaga yang bekerjasama dengan Lapas untuk melatih para narapidana dan memberikan sertifikasi keahlian kepada mereka.

Jadi mereka bekerja memiliki sertifikasi masing-masing. Disisi lain sistem pemberian gaji dilakukan sesuai dengan jam kerja dan dibayarkan setiap minggunya.

Mekanisme pekerjaannya pula diatur oleh kantor pusat di Negara bagian NSW, dimana tidak bisa dikerjakan atau diproduksi usaha lain, selain yang diperintahkan atau diinstruksikan, karena bisa jadi Lapas bakal mematikan usaha milik masyarakat.

“Jadi ada sistem persaingan usaha yang tidak bisa sembarangan dilakukan. Bahkan narapidana pula banyak diminta untuk menjadi tenaga kerja diperusahaan-perusahaan yang ada di Negara tersebut, karena pembayaran gaji mereka minimalis dibandingkan dengan memberikan upah kepada para pekerja biasa,” jelasnya.

Oleh karena itu, inilah yang akan dicoba untuk diterapkan di Lapas Pohuwato pada 2017 mendatang dan kami masih akan menyusun managementnya terlebih dahulu.

Mana yang cocok untuk diterapkan, itu yang akan dilakukan. Keberadaan Lapas di Negara Australia pula mempu untuk memenuhi kebutuhan pemerintah, dimana Lapas membuat rumah layak huni dan lain sebagainya.

“Kami pun akan berupaya mengikuti Lapas yang ada di Negara bagian Australia. Kalaupun tidak sama, minimal serupa demi kemajuan Lapas Industri di daerah Pohuwato,” pungkasnya. (*/hargo)

Share

Leave a Comment