Pembobolan Brangkas Bernilai Rp 511 Juta, Tanpa CCTV Pelaku Bebas Baraksi

Pembobolan Brangkas Bernilai Rp 511 Juta, Tanpa CCTV Pelaku Bebas Baraksi DIBOBOL - Kantor PT Multi Media Persada di Kelurahan Hutuo, Kecamatan Limboto dilingkari garis polisi karena baru saja dibobol maling. (foto : jalal khan/gorontalo post)

Berita Terkait


TELAGA BIRU, Hargo.co.id – Ini bisa jadi peringatan bagi setiap pelaku usaha agar dapat melengkapi tempat usaha dengan Closed Circuit Televisio (CCTV) atau kamera pengintai.

Sebab, jika tanpa CCTV bisa jadi pelaku pencurian akan bebas beraksi. Seperti yang dialami PT Multi Media Perasda dan PT Win Jaya. Kedua perusahaan ini sama-sama tidak mengaktifkan CCTV.

Selain pembobolan brankas PT Multi Media Persada di Limboto. Aksi serupa juga memang dialami PT Win Jaya, sebuah perusahaan distributor bahan kelontong di Desa Luhu, Kecamatan Talaga Biru, Kabupaten Gorontalo.

Adanya pembobolan pertama kali diketahui Arianti Anihu (23), karyawati, sekitar pukul 08.00 wita.

[Baca: 2 Perusahaan Dibobol, Brangkas Berisi Rp 511 Juta Raib]

Saat itu, seperti biasanya, Arianti mendatangi kantor yang bergerak di Distributor rokok dan bahan makanan itu. Setibanya dikantor ia mendapati pintu gerbang kantor yang biasanya terkunci menggunakan gembok besi, sudah dalam keadaan terbuka.

Tanpa rasa curiga, Arianti kemudian melangkah masuk ke area kantor dan mendapati pintu Gudang sekaligus ruang administrasi kantor sudah dalam keadaan rusak. Tak hanya itu, kondisi kantor juga sudah dalam keadaan berantakan.

[Baca: Brangkas Ditemukan Di Lokasi Berbeda, Begini Kronologisnya]

Lebih terkejut lagi Arianti saat mendapati brankas yang terletak di lantai dua, sudah dalam keadaan terbuka dan tak berisi lagi. Ia lalu langsung menyampaikanya ke pimpinan.

Kepada Gorontalo Post, salah seorang petugas keamanan PT Win Jaya mengaku, kejadian itu kemungkinan berlangsung antara sabtu malam hingga senin dini hari, karena bertepatan dengan libur kantor.

Share

Leave a Comment