Pemprov Jamin SMA-SMK di Gorontalo Tetap Gratis

Pemprov Jamin SMA-SMK di Gorontalo Tetap Gratis Penerapan full day school di SMPN 1 Gorontalo dimana suasana kelas dibuat se-nyaman mungkin bahkan ber-AC. Setiap ruang kelas di tata rapih dan sangat bersih untuk kenyamanan belajar siswa. (foto andi aulia Arifuddin/Hargo,co.id)

Berita Terkait


GORONTALO, hargo.co.id – Beralihnya kewenangan pengelolaan sekolah menengah atas (SMA)/sekolah menengah kejuruan (SMK) dari pemerintah kabupaten/kota ke pemerintah provinsi ternyata tidak menganggu program atau fasilitas sekolah gratis yang diberikan pemerintah daerah.

Di Gorontalo, Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) justru memastikan, program sekolah gratis ini masih berlaku hingga saat ini.

Kepala Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo, Weni Liputo mengatakan, Pemerintah Provinsi Gorontalo hingga kini masih siap untuk membiayai apa yang menjadi kewajiban lembaga dalam penyelenggaraan pendidikan khusus dan pendidikan menengah.

“Untuk Gorontalo masih gratis sampai sekarang ini,” kata Weni.

Ia menjelaskan, untuk pendidikan khusus, disamping memberikan gaji guru dan honor, Pemerintah Provinsi Gorontalo juga memperhatikan sarana dan prasarana sekolah dan biaya hidup peserta didik yang harus berasrama di delapan Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di Gorontalo.

Sementara untuk pendidikan menengah (SMA/SMK), Pemerintah Provinsi Gorontalo menyiapkan anggaran untuk gaji dan honor bagi semua GTK ASN dan non ASN, menyiapkan anggaran untuk RKB, operasional sekolah dan juga peralatan khususnya di SMK yang selama ini sering menjadi beban orang tua.

“Demikian juga terkait dengan semua ujian maupun ulangan dan ijazah, semua akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo,” jelasnya.

Dampak dari kewajiban ini, lanjut Weni, Pemerintah Provinsi Gorontalo mengurangi anggaran untuk beasiswa umum dan tidak lagi memberikan honor bagi Madrasah, karena madrasah memang menjadi tanggung jawab Kemenag untuk kegiatan lomba lomba siswa.

“Anggaran Prodira kita tahun 2017 ini, diluar gaji dan tunjangan guru SLB/SMA/SMK, sarana dan IPS sekolah itu capai Rp 52 Miliar,” tutupnya.(dan/hargo)

Share

Leave a Comment