Perda Hewan Lepas Tak Bertaji

Perda Hewan Lepas Tak Bertaji DIIKAT. Sapi yang diikat namun jumlahnya masih sedikit ketimbang yang digembala dan dilepas masuk memakan tanaman tebu. Karyawan terus patroli untuk memperingatkan peternak jika sapinya ada di lahan tebu.

Berita Terkait


Hargo.co.id GORONTALO – Implementasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Penertiban Hewan Lepas di sejumlah daerah baik di Kabupaten Gorontalo, Boalemo dan Gorontalo Utara (Gorut) belum maksimal. Hal ini tentu butuh ketegasan dari Pemerintah Daerah untuk memberikan tindakan tegas bagi para pemilik hewan ternak yang dilepas secara liar tersebut.

Dari pantauan di lapangan, hewan lepas keberadaan hewan lepas dimana-mana seperti di jalanan, areal perkantoran pemerintah daerah, bahkan parahnya lagi hewan lepas hingga memakan tanaman tebu milik PT Pabrik Gula (PG) Gorontalo.

Di Kabupaten Boalemo misalnnya, kerusakan lahan akibat dari hewan sapi yang dilepas sudah sangat meresahkan. Karyawan PG tidak henti-hentinya patroli menyusuri hewan tersebut di sekitar lahan PG di desa-desa. “Sabtu lalu di Kecamatan Wonosari saja kawan-kawan kami menarik-narik sapi bersama peternaknya.

Sudah diperingati masih saja diulangi,”kata Yervan Bilondatu, Ketua SPM PG. Gorontalo. Padahal, Pemkab Bone Boalemo melalui Satpol PP sudah menjamin akan menindak hewan lepas sebagai implementasi Perda Kabupaten Boalemo No.11/2002 dan Perbup Boalemo No.48/2009.

“Kami menafkahi keluarga dari tebu, serta kebutuhan biaya sekolah anak-anak kami juga dari tebu,”tambah Yervan yang bertekad tidak henti akan memperjuangkan nasib karyawan-karyawan karena dihasilkan dari tebu-tebu yang dirusak hewan ternak.

Sementara itu Terlihat lima ekor ternak sapi dengan bebas berlalu lalang di sekitar kantor dewan. Bahkan, pemandangan seperti ini juga kerap terlihat diareal sekolah yang ada di wilayah Kwandang, bahkan di jalanan makanya dikuatirkan ini memberi dampak buruk bagi pengguna lalu lintas.

“Kalau di Gorut masih seperti ini, dimana-mana hewan ternak bebas berkeliaran,” ujar sejumlah warga ketika berbincang dengan Gorontalo Post, Selasa (8/11).

Padahal, beberapa waktu lalu DPRD telah mengsahkan Perda Penertiban Hewan Lepas. Proses penyusunan Perda ini selain membutuhkan waktu dan tenaga para wakil rakyat bersama instansi teknis, juga telah berkonsekwensi terhadap anggaran daerah.

Makanya, amat disayangkan ketika regulasi tersebut tidak diterapkan. Karena penerapan Perda ini pada prinsipnya untuk kepentingan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat umum.
Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gorut, Jos Pomalingo ketika dikonfrimasi mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah berupaya untuk menegakkan Perda tersebut.

Namun memang diakuinya, banyak pemilik ternak yang tetap membiarkan ternaknya bebas berkeliaran. Disisi lain, penegakan Perda telah dilakukan, namun juga pertimbangan-pertimbangan sosiologis amat diperhitungkan.

“Secara bertahap kami lakukan, karena memang ada pertimbangan-pertimbangan. Karena ketika ada ternak yang ditemukan berkeliaran ada sanksi administrasinya, sementara kasihan pemilik ternak yang rata-rata berpendapatan rendah. Makanya kami berinisiatif agar menjaga ternaknya ketika dilepas untuk mencari makan,” terangnya.(roy/idm/hargo)

Share

Leave a Comment