Perlimaan Telaga Rawan Panah Wayer, Warga Tamalate Jadi Korban


Hargo.co.id GORONTALO – Penggunaan senjata panawayer di kalangan masyarakat Gorontalo mulai marak. Banyaknya korban dari teror panahwayer ini telah merengut ketenangan warga. Kali ini, menimpa Afrijal warga Kelurahan Tamalate, Kecamatan Timur, Kota Gorontalo. Dipanah oleh orang tak dikenal (OTK) ketika melintas di Simpang Lima Telaga, Minggu (13/11), pukul 03.00 Wita.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, kejadian bermula saat Afrijal baru saja usai nongkrong dengan rekan-rekannya di Limboto. Ia kemudian balik dengan sepeda motor melintas Jembatan Telaga. Tepat berada di Bundara Telaga itu, mendadak badannya terkena panah. Untung saja, panahwayer itu hanya mengenai tangan kirinya.

Karena merasa tengah diburu, Afrijal pun langsung panik dan berteriak meminta bantuan warga sekitar. Warga pun segera berbondong-bondong menuju TKP. Afrijal pun ditemukan sudah dalam kondisi pucat dan ketakutan.
Oleh warga ia langsung di bawah ke RS Bunda, Kota Gorontalo.

Aksi panah wayer ini kemudian dilaporkan warga kepada petugas kepolisian dan petugas TNI. Tim gabungan TNI-Polri yang mendapat laporan segera menuju TKP. Hanya saja pelaku tidak berhasil diungkap. Diduga orang misterius itu sudah kabur saat Afrijal berteriak meminta pertolongan warga.

Menurut pengakuan Afrijal selama ini ia merasa tidak memiliki musuh. “Saya ini tidak punya musuh satu orang pun. Saya juga kaget. Tiba-tiba saja tangan saya terasa sakit. Ternyata terkena panahwayer,” ujarnya.

Kapolres Gorontalo Kota AKBP Ronny Yulianto melalui Kasat Reskrim AKP Tumpal Alexander mengatakan, saat ini pihaknya masih menelusuri oknum dibalik penyerangan itu. Aksi ini merupakan bentuk teror terhadap warga.

“Tim Buser sudah di turunkan untuk menyelidiki kasus ini. Jika sampai kita temukan, pelaku akan kita berikan sanksi tegas,” pungkasnya. (tr-49/hargo)

Share

Leave a Comment