Pesta Miras, Mahasiswa Bolsel Ditikam

Pesta Miras, Mahasiswa Bolsel Ditikam Fikram Rifki mendapatkan perawatan medis di RS Bunda Kota Gorontalo karena mengalami luka tikaman di bagian belakang, Senin, (28/11).

Berita Terkait


Hargo.co.id GORONTALO – Minuman keras (Miras) memang menjadi biang terjadinya kasus kriminial. Orang yang sudah dalam pengaruh Miras, sangat mudah emosi hingga nekat menyerang orang lain, sekali pun rekan sendiri.

Seperti yang terjadi antara Fikram Rifki Thanta (18) mahasiswa asal Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dan AS (19), mahasiswa asal Kota Kotamobagu.

Fikri nyaris tewas ditikam AS ketika saat keduanya sama-sama berada dalam suatu pesta Minuman Keras (Miras) di Kelurahan Pulubala, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Senin, (28/11), 05.00 Wita.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, Pesta Miras tersebut digelar di salah satu kos-kosan di Kelurahan Pulubala. Ketika itu, yang ikut serta tidak saja Fikram dan AS. Tapi juga sejumlah rekan-rekan mereka lainnya.

Awalnya keduanya baik-baik saja. Fikram dan AS satu sama lain saling berkomunikasi dan berbagi cerita. Sambil jalannya putaran gelas, terjadilah diskusi menarik. Mulai dari persoalan cinta, hingga masalah daerah. Malam itu diskusi awalnya dikuasi oleh AS.

Namun lama-lama Fikram mulai meladeni dengan tegas hingga membuat suasana menjadi tegang.

Waktu semakin larut, tiba-tiba saja AS berteriak dikarenakan telah dipengaruhi minuman keras. Aksi itu mengundang reaksi dari rekan-rekannya yang pesta Miras.

Karena khawatir tetangga akan terbangun dan terganggu, Fikram kemudian menegur AS agar tidak berteriak lagi. Namun AS tak mengindahkan hal itu. Mala AS menantang Fikram untuk adu jotos.

Diajak berkelahi oleh AS, Fikram, mencoba untuk tenang dan tetap berusaha untuk mansehati AS. Namun, emosi AS yang sudah tak terkendali akibat pengaruh Miras itu langsung menyerang Fikram.

Lantaran itu, Fikram akhirnya terpancing lalu membalas pukulan AS. Perkelahian antara keduanya pun tak terelakan.

AS diuga kemudian mencabut badik yang tersisip di pinggangnya kemudian menancapkannya ke punggung Fikram sebanyak 2 kali. Fikram yang terkena tikaman jatuh sambil beteriak.

Karena khawatir akan menjadi bulan-bulan warga, AS segera mengambil langkah seribu. Oleh warga, korban Firkam kemudian dilarikan ke RS Bunda Kota Gorontalo.

Kapolres Gorontalo Kota AKBP Ronny Yulianto melalui Kasat reskrim AKP Tumpal Alexander mengatakan, usai mendapatkan laporan terkait kejadian ini, pihaknya segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), berikut mengumpulkan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

“Pelaku masih kita cari. Saat ini kasusnya masih dalam tahap penyilidikan,” tandasnya. (tr-49/hargo)

Share

Leave a Comment