Pilkada Gorut Bakal Sengit, Ini Penyebabnya


GORUT, Hargo.co.id– Geliat politik menuju pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabpaten Gorontalo Utara (Gorut) terus berdinamika.

Melihat konstalasi saat ini, Pilkada mendatang bakal lebih ketat karena memberi peluang terbentuknya tiga gerbong besar. Yakni gerbong Partai Golkar, PAN dan PDIP.

Hal ini buntut adanya keraguan dari sejumlah partai pendukung Indra Jasin-Roni Imran (SINAR) di Pilkada 2013 lalu akan kembali mengusung SINAR Jilid II.

Karena paket ini berpotensi tidak akan kembali menyatu.

Itu sebagaimana pernyataan sejumlah pimpinan parpol, bahkan ada yang memastikan SINAR bakal pecah. Inilah yang memicu potensi terbentuknya gerbong-gerbong di Pilkada 2018 mendatang.

Pertama gerbong Partai Golkar. Gerbong ini memiliki 5 kursi di parlemen sehingga bisa mengusung calon. Bisa saja, Golkar menggandeng partai lainnya untuk lebih memperkuat eksistensinya di Pilbub nanti.

Menyangkut calon, ada sederet kandidat yang bisa dijagokan barisan ini yakni Thomas Mopili, Indra Yasin, Hamzah Sidik serta kader Golkar lainnya, seperti Lukum Diko, tergantung hasil survey yang menjadi dasar pencalonan beringin.

Gerbong ini tak bisa dipandang remeh karena memiliki mesin partai produktif di Gorut.

Selanjutnya, ada gerbong PAN. Roni Imran otomatis sebagai pioener, selain karena sebagai Ketua DPD PAN Gorut, juga saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Gorut.

Sama dengan Golkar, PAN dengan modal lima kursi di parlemen, memungkinkan untuk mengusung satu pasangan calon. PAN juga bisa saja menggandeng partai kecil lainnya memenangkan Pilkada.

Hingga saat ini, ada sejumlah nama yang disebut-sebut layak mendampingi Roni Imran di Pilkada nanti. Diantaranya ada nama Thariq Modanggu dan Ismail Patamani.

Gerbong ketiga adalah gerbong PDIP dengan icon tokohnya adalah Djafar Ismail. Karena hanya tiga kursi, PDIP otomatis harus kerja keras membangun koalisi dengan partai-partai lainnya agar bisa mengusung pasangan calon.

Komunikasi politik mumpuni Djafar Ismail, memberikan peluang mampu menghipnotis partai lain untuk bisa bergabung dengan gerbong ini.

Tak bisa dianggap remeh, gerbong yang digawangi banteng moncong putih itu bakal memiliki kekuatan besar, terlebih jika banyak partai yang mau bergabung.

Ditambah lagi, beredar dukungan publik agar pasangan Tafakur Jilid II (Thariq Modanggu-Djafar Ismail) kembali di Pilkada 2018.

“Melihat konstalasi saat ini, terbentuknya tiga gerbong memungkin terjadi. Terlebih jika SINAR tidak mampu mempertahankan kebersamaannya di Pilkada mendatang. Kita lihat saja nanti seperti apa perkembangan selanjutnya,” ujar sejumlah penggiat politik Gorut, ketika berbincang dengan Gorontalo Post di gedung DPRD, Kamis (10/11). (idm/hargo)

Share

Leave a Comment