Polisi Kantongi Sidik Jari Pelaku

Polisi Kantongi Sidik Jari Pelaku PT Multi Media Persada terlihat sudah di police line oleh petugas Polres Gorontalo, Selasa, (29/11). (foto : Andi/GP).

Berita Terkait


 

Hargo.co.id GORONTALO – Petugas Polres Gorontalo mendalami penyilidikan kasus pembobolan yang terjadi di dua perusahaan besar di Kabupaten Gorontalo, masing-masing PT Multi Media Persada (MMP), dan PT Dwi.

Dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas berhasil mendeteksi sidik jari yang diduga milik pelaku dengan jumlah lebih dari satu orang.

“Bukti sidik jari pelaku itu kita temukan di PT MMP. Selanjutnya, kita masih mecari petunjuk dan barang bukti (Babuk) guna menemukan para pelaku. Dari hasil penyelidikan sementara, diduga kuat pembobolan di dua perusahaan ini, pelakunya adalah sama,” kata Kasat Reskrim Polres Gorontalo AKP Dedi Supriyatno,SIK, kemarin, (29/11).

Insiden pembobolan di PT Multi Media Persada (MMP) yang merupakan rekanan PT Telkomsel dan PT Dwi Jaya (perusahaan distributor kebutuhan harian) terjadi pada, Senin (28/11).

Di PT Multi Media Persada, pelaku membobol brankas, dan membawa kabur uang cash hasil perjualan produk Telkomsel senilai Rp 411 juta. Sementara, di PT Dwi Jaya, pelaku membawa kabur uang sekira Rp 100 juta sekaligus dengan brankasnya yang terbuat dari baja itu.

Kasus pencurian ini pertama kali diketahui Marten Rahman (24), salah seorang karyawan, pada Senin (27/11) pagi.

Saat itu, Marten Hendak mampir di kantor untuk mengambil sejumlah berkas penting yang akan dibawanya ke Kantor Cabang, di Kabupaten Boalemo.

Ia terkejut setelah mendapati kondisi pintu kantor bagian depan yang terbuat dari besi sudah dalam keadaan sedikit terbuka. Kantor perusahaan distribusi pulsa Telkomsel, yang berada dideretan ruko ini terdiri diri dua lapis.

Pertama adalah pintu besi, dan pada lapis kedua adalah pintu kaca. Ketika masuk kantor, Marten mengira sudah ada karyawan yang mendahuluinya masuk ke kantor pagi itu, sebab pintu besi sudah dalam keadaan terbuka. Tapi betapa kagetnya ia ketika melihat kondisi pintu kaca yang sudah rusak.

Dari depan pintu ia juga melihat kondisi dalam kantor yang sudah berhamburan.

Tanpa pikir panjang, Marten langsung menghubungi Sofyan Dengo, Manager perusahaan.

Mendengar hal ini, Sofyan Dengo dan sejumlah karyawan lainnya langsung mendatangi kantor dan mendapati brankas berisi uang hasil penjualan produk Telkomsel selama dua hari, yakni Jumat dan Sabtu, sudah tidak berada di tempat. Tak hanya itu, sejumlah handphone pun yang dipajang di etalase kantor, hilang.

Kemarin, (29/11), dua perusahaan tersebut terlihat sudah di lingkari dengan police line. Walau di Police Line, perusahaan tetap beraktivitas, karyawan juga terlihat sudah masuk kerja, meski para pengunjung tak seramai seperti situasi biasanya.

Menurut Dedi Supriyatno, pihaknya sudah memeriksa karyawan kedua perusahaan tersebut. Namun tak satu pun dari karyawan yang ada dapat ditemukan titik terang untuk mengungkap pelaku. Selain itu, petugas juga kesulitan karena tidak ada rekaman CCTV.

“Nanti lihat perkembangannya. Yang pasti kasus ini akan kita seriusi,” tandasnya. (tr-53/hargo)

Share

Leave a Comment