BNNP Buru Jaringan Oknum Polisi Narkoba


Hargo.co.id GORONTALO – Petugas BNN Provinsi Goronalo terus mendalami kasus peredaran narkoba yang melibatkan oknum anggota Polisi inisial RA.

Pria berpangkat brigadir itu diduga memiliki kaki tangan yang masih berkeliaran di Gorontalo. Kepala BNNP Gorontalo Kombes Pol Sumarno mengatakan, pihaknya masih mendalami hasil pemeriksaan terhadap terhadap RA serta AA dan WK.

Hal itu dimaksudkan untuk mencari kemungkinan ada oknum lain yang ikut terlibat dalam penyelundupan narkoba di Provinsi Gorontalo.

“Informasinya ada puluhan paket yang diserahkan oleh WK kepada RA. Nah itu yang kami masih dalami siapa yang terlibat dalam jaringan ini,” ungkap Sumarno ketika diwawancarai Gorontalo Post, kemarin, (26/11).

Sumarno menambahkan bakal terus bergerak dalam memberantas peredaran narkoba di Provinsi Gorontalo.

Ia berharap agar BNNP Gorontalo memiliki gedung representatif, sehingga bisa menampung perlengkapan BNN yang lebih lengkap.

“Kita berharapnya memiliki gedung sendiri. Karena rencana saya akan ada anjing pelacak di Gorontalo. Sehingga tidak perlu repot untuk melakukan pemeriksaan, siapa yang didekati anjing itu, maka dia yang akan kita periksa,” tutur Sumarno.

Kombes Pol 54 tahun itu juga nantinya akan mempersiapkan anggotanya untuk memiliki senjata yang super canggih.

“Nah itu yang masih diupayakan oleh Kepala BNN Pusat Komjen Pol Budi Waseso. Kalau senjatanya sudah ada, kita juga mendapat bagian sekitar 6-8 unit senjata baru.

Dan kami tegas untuk melakukan penindakan terhadap pengedar yang melakukan perlawanan,” tegasnya.

Sebelumnya RA ditangkap di salah satu rumah kos di Jl Kasuari, Kota Gorontalo, Rabu (23/11). Keterlibatan RA bermula dari penangkapan AA di Kota Palu, Sulawesi Tengah pada Senin (21/11).

AA merupakan daftar pencarian orang (DPO) yang telah enam bulan dicari-cari BNNP. AA kemudian dijemput petugas BNNP Gorontalo dari Palu ke Gorontalo.

Dalam perjalanan BNNP melakukan interogasi terhadap AA. Dari pengembangan itu, muncul nama WK. Ia baru saja mendapat pasokan narkoba dari AA.

Tak menunggu lama, pada Selasa (22/11) pagi, BNNP berhasil menciduk WK di kediamanya di Jl Kasuari, Kelurahan Heledulaa Selatan, Kota Gorontalo.

WK tidak melakukan perlawanan ketika ditangkap petugas, saat penangkapan petugas juga menemukan satu butir ineks, setelah di-tes urine, WK positif menggunakan barang laknak itu.

Setelah dilakukan pengembangan, kepada petugas, WK menyebut jika paket narkoba yang dipasok AA, telah diberikan kepada RA, oknum anggota Polda Gorontalo.

Hari itu juga, BNNP dipimpin langsung Kombes Sumarno bergerak ke rumah RA di Jl Arif Rahman Hakim, Kelurahan Wumialo, Kota Gorontalo.

Hanya saja, ketika itu RA tidak lagi berada di tempat, setelah dilakukan penggeledahan, petugas menemukan tiga paket sabu berukuran kecil dan alat hisap bong.

Diduga kuat, barang haram itu milik RA. Selanjutnya BNNP terus melakukan pengejaran terhadap RA. Ia akhirnya berhasil diciduk di Jl Kasuari. Kota Gorontalo.(ndi/hargo)

Share

Leave a Comment