Polres Pohuwato Terapkan Tilang Elektronik


Hargo.co.id MARISA – Upaya untuk mengatasi dugaan pungutan liar (Pungli) di lingkungan Kepolisian bakal lebih dimaksimalkan, khususnya untuk Satuan Lalu Lintas, dimana bakal diterapkan penggunaan tilang secara elektronik (E-Tilang).

Penerapan itu sendiri akan dilakukan diseluruh Indonesia dan tidak terkecuali daerah Pohuwato.  Kapolres Pohuwato, AKBP Agus Sutrisno,SIK melalui Kasat Lantas AKP Kadek Eko Suparti,SIK menjelaskan,

pihaknya saat ini mulai mempersiapkan program tersebut pada awal 2017 nanti, dimana pengendara yang melanggar aturan lalu lintas,

akan membayarkan dendanya lewat ATM dan tidak lagi dilakukan transaksi pembayaran tilang dijalan. ”Tilang elektronik atau tilang online ini berbasis aplikasi dengan nama e-Tilang dan memanfaatkan mobile banking,” ungkap mantan Kasat Lantas Bone Bolango ini.

Ditambahkan pula, E-Tilang itu juga dapat mencegah terjadinya pungutan liar (Pungli) dikalangan masyarakat maupun anggota Polri itu sendiri dan ini merupakan reformasi penegakan hukum di lingkungan Kepolisian khususnya Satuan Lalu Lintas.

“Latas belakang penggunaan E-Tilang ini tidak lain dikarenakan adanya potensi berbagai masalah. Contohnya saja, terjadinya pungutan liar,

perdebatan yang tak berujung dan saling merasa benar baik dari pelanggar ataupun penegak hukum, penindakan secara manual tidak dapat menindak secara simultan dan lain sebagainya,” jelasnya.

Selain itu, Untuk mekanismenya lanjut kata AKP Kadek Eko Suparno,SIK, ketika masyarakat ditilang pelaku pelanggaran tinggal membuka aplikasi e-Tilang dan melihat jenis pelanggaran yang dilakukan berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas kemudian melihat nilai denda berdasarkan kesepakatan Pengadilan,

Kejaksaan dan Kepolisian, sehingga pelaku pelanggaran bisa mengambil barang buktinya lagi tanpa melalui proses sidang.

“Ini merupakan terobosan dari Koorlantas Polri dan patut didukung serta disukseskan secara bersama-sama di lapangan,

dimana muaranya dapat membantu memudahkan masyarakat dalam mengurus pembayaran denda tilang serta meminimalisir peluang untuk Pungli karena masyarakat langusng membayar dengan sendirinya denda kepada Negara.

Hanya saja, ini belum di terapkan di Gorontao karena masih dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait, dan semoga bisa berjalan baik,” pungkasnya.(tr-48/hargo)

Share

Leave a Comment