Presiden Jokowi – PM Singapura Lee Hsien Loon Perkuat Kerjasama Pariwisata

Presiden Jokowi – PM Singapura Lee Hsien Loon Perkuat Kerjasama Pariwisata Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (kiri) pada pertemuan bilateral di Semarang, Jawa Tengah, Senin (14/11). Indonesia dan Singapura sepakat untuk mengembangkan kerja sama di bidang pariwisata melalui penandatanganan nota kesepahaman antara dua negara. ANTARA FOTO/R. Rekotomo/foc/16.

Berita Terkait


Image Kemenpar Leaderboard

Hargo.co.id SEMARANG – Indonesia dan Singapura makin kokoh memantapkan kerjasama di bidang pariwisata. Penguatan itu ditandai dengan penandatangan MoU on Tourism Indonesia – Singapore di sela-sela Leaders’ Retreat, di Semarang, Senin (14/11). Nota kesepahaman di sektor pariwisata itu diteken oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya dan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura, S. Iswaran di hadapan Presiden RI, Joko Widodo, dan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, di Wisma Perdamaian, Tugu Muda, Semarang, Jawa Tengah.

Agenda ini mendapat perhatian ekstra dari kedua negara. Tercermin dari banyaknya pejabat tinggi yang hadir menyaksikan MoU itu dalam forum Leaders’ Retreat. Dari Indonesia, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kematiriman Luhut Binsar Panjaitan, Mensesneg Pratikno, Menristek Dikti Mohammad Nasir, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menkominfo Rudiantara, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala BKPM Thomas Lembong dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Sementara dari Singapura, Perdana Menteri Lee Hsien Loong ditemani Wakil Perdana Menteri dan Menteri Koordinator Keamanan Nasional Teo Chee Hean, Menteri Perdagangan dan Industri Lim Hng Kiang, Menteri Komunikasi dan Informasi Yaacob Ibrahim, Menteri Pertahanan Ng Eng Hen, Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan, Menteri Perdagangan dan Industri S Iswaran, Menteri Pendidikan (Pendidikan Tinggi dan Keterampilan) dan Menteri Kedua Pertahanan Ong Ye Kung, Menteri Senior Negara untuk Kesehatan dan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Air Amy Khor, dan Menteri Negara untuk Kesehatan dan Komunikasi dan Informasi Chee Hong Tat.

Lingkup kerja sama MoU ini betul-betul pengembangan pariwisata kedua negara, yang semakin akrab dan saling support selama dua tahun ini. Terutama soal promosi dan pemasaran bersama; kapal pesiar (cruise); dan Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions (MICE). Kegiatan lain yang dapat dilakukan adalah pembangunan destinasi dan pelabuhan;
pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan, seminar, dan loka karya; penelitian dan pengembangan; investasi pariwisata; kerja sama sektor swasta; dan pertukaran informasi.

Proses kelahiran MoU Kerja Sama Pariwisata RI-Singapura tak butuh waktu lama. “Ini adalah MoU tercepat yang pernah dibuat Singapura,”
Ujar Leong Yue Kheong, Assistant Chief Executive of Singapore Tourism Board.

Kedua negara sama-sama membutuhkan kerja bareng tersebut. Memang sejak tahun 2010, Singapura menunjukkan minatnya untuk bekerja sama di bidang kapal pesiar. Namun Indonesia masih mengkalkulasi untung ruginya bekerja sama di bidang kapal pesiar dengan Singapura.

Baru pada era Presiden Joko Widodo, diputuskanlah bahwa kerja sama pariwisata dengan Singapura menjadi hal yang harus diprioritaskan. Arahan Presiden Jokowi pada Leaders Retreat di Singapura, 28 Juli 2015 jelas.

Indonesia dan Singapura harus bersama-sama melakukan kerjasama promosi untuk pariwisata menjadi sebuah paket destinasi bersama. Muaranya, peningkatan kedatangan turis di kedua negara.

Hal ini segera ditindaklanjuti Menteri Pariwisata Arief Yahya. Dalam berbagai kesempatan ia menyebut Singapore adalah transportation hub bagi pariwisata Indonesia. Harus diakui, jutaan orang transit di Changi Airport, selain 15,5 juta wisatawan yang masuk ke Singapore.

Share

Leave a Comment