Provokasi Rush Money tak Terbukti

Provokasi Rush Money tak Terbukti

Berita Terkait


Hargo.co.id JAKARTA – Gerakan penarikan uang serentak secara besar-besaran (rush money) terbukti hanya isapan jempol.

Ajakan rush money melalui media sosial tersebut tidak mendapat sambutan alias bertepuk sebelah tangan.

Alhasil, pelayanan pada sejumlah bank berjalan normal. Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas menyebut, aktivitas bank berlangsung seperti biasa.

Terpantau tidak ada penarikan seperti diberitakan. Kabar hoax itu hanya diamini segelintir pihak-pihak tidak bertanggungjawab.

”Pelayanan kami berjalan tanpa hambatan. Tidak ada transaksi mencurigakan terkait ajakan rush money,” tutur Rohan Hafas di Jakarta, Jumat (26/11).

Rush money merupakan sebentuk aksi dan tindakan bisa mengancam perekenomian. Itu dengan catatan rush money benar-benar terjadi.

Hal itu bisa melahirkan efek berantai dan menimbulkan banyak masalah secara berkelanjutan.

”Jadi, kalau layanan perbankan akan merembet pada laju perekonomian. Bukan sekadar mengganggu segelintir orang, tetapi merembet kasta kaum terendah.

Artinya, kalau rush money terjadi dampaknya tidak sedarhana,” tukasnya.

Rohan melanjutkan, saat ini kondisi perbankan sudah kuat. Kala bank diterpa krisis episode 1998, industri perbankan tidak mengalami gangguan signifikan.

Karena itu, struktur keuangan bank tengah berada dalam fase positif. Bank Mandiri mentabulasi rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) di kisaran 22 persen.

Jauh di bawah ketentuan minimal sepuluh persen. ”Jadi, rasio kecukupan modal kami sangat kuat,” ucapnya.(jpnn/hargo)

Share
Diterbitkan dalam Ekonomi Ditandai

Leave a Comment