Ratusan Hektar Sawah Rusak


Hargo.co.id GORONTALO – Banjir bandang yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Gorontalo, khususnya di Limboto, seminggu belakangan adalah salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.

Tak hanya merendam pemukiman dan sejumlah besar fasilitas vital seperti Rumah Sakit dan sekolah, tapi juga areal persawahan warga.

Bahkan, di areal kompleks Danau Limboto, banjir dilaporkan merusak ratusan hektar sawah siap tanam serta menenggelamkan belasan hektar tanaman jagung siap panen.

Tak hanya itu, banjir juga merendam banyak tanaman hortikultara milik petani seperti tomat dan rica.

Paling parah terdampak, yakni hampir semua areal kompleks pesisir danau Limboto, Kabupaten Gorontalo seperti antaranya di Kelurahan Hepuhulawa, Kayubulan dan Bolihuangga serta umumnya wilayah persisir Danau Limboto.

“Sebagian besar areal ini adalah muara dari luapan air sungai Biyonga dan Sungai Bulota. Makanya, tak heran setiap kali banjir daerah ini paling parah terdampak,” kata Kupe Abdullah, petani Kelurahan Hepuhulawa, Limboto, Rabu (26/10).

Banyaknya tanggul yang jebol menambah parah areal persawahan terdampak banjir. Bahkan, tak sedikit di antara areal persawahan warga tertimbun material lumpur dan sampah banjir.

“Masalah ini sudah menjadi persoalan klasik di sini. Bahkan, sudah berulang kali kita sampaikan ke Dinas Pertanian dan instansi teknis terkait lainnya.

Namun, hingga kini tidak ada tindak lanjutnya,” tambah Anton, petani lainnya. Catatan Gorontalo Post, hampir seluruh lahan kering yang biasnya ditanami tanaman jagung dan hortikultura milik warga terendam.

Bahkan, sejauh mata memandang hamparan seluas ratusan hektar yang tadinya persawahan kini rata dengan air. Sesekali,

terlihat terlihat warga mengayuh perahu membersihkan material sampah yang dibawa banjir, maupun sekadar menanggap ikan menggunakan alat tangkap tradisional.

“Ini siklus alami kalau air Danau Limboto naik. Bahkan kemungkinan masih akan terus bertambah luas genangannnya.

Dan kali ini adalah yang terbaru setelah kering dalam beberapa tahun belakangan,” tandas warga dan petani Danau Limboto.(dix/hargo)

Share

Leave a Comment