Rekonstruksi Pembunuhan Paguat, Dipicu Miras dan Cemburu Berujung Bui

Rekonstruksi Pembunuhan Paguat, Dipicu Miras dan Cemburu Berujung Bui Pelaku saat memperagakan aksi penikaman terhadap korban pada adegan ke 37 yang berlangsung kemarin alamat kantor Polres Pohuwato

Berita Terkait


Hargo.co.id MARISA – Polres Pohuwato akhirnya menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang menewaskan Yeyen K Asali (22),

warga Desa Hutamoputi Kecamatan Dengilo, yang terjadi pada awal November silam. Dari 45 adegan yang diperagakan, tersangka SK alias Ato tega menghabisi nyawa Yeyen kuat dugaan hanya karena cemburu.

“Berdasarkan keterangan tersangka SK, dia tersinggung karena kekasihnya diganggu,” ungkap Kasat Reskrim AKP Deni Muhtamar saat diwawancarai Gorontalo Post usai adegan rekonstruksi yang digelar di halaman Polres Pohuwato.

Dari rekonstruksi itu terungkap bahwa kejadian tersebut baik tersangka maupun korban sudah dalam pengaruh minuman keras (miras), dimana awal peristiwa itu bermula dari salah satu tempat hiburan malam di Kecamatan Paguat.

Dari rekonstruksi pula, tersangka SK alias Ato menikam korban yang saat itu sudah terkapar di tanah. Pada adegan ke 37, tersangka SK yang merpakan warga Desa Bendungan Kecamatan Mananggu, Boalemo ini menusuk dada dan bagian belakang tubuh korban.

Terdapat pula adegan saksi, Yasin Laiya yang bermaksud melerai perkelahian tersebut ikut mendapatkan luka akibat sabetan pisau di bagian perut sebelah kiri.

“Setelah kejadian, korban masih sempat melarikan diri hingga di temukan tewas kehabisan darah dengan luka tusuk sekitar jam 06.00 pagi di tempat pembuangan sampah,” lanjut Deni.

Kasat Reskrim AKP Deni Muhtamar ketika diwawancarai menjelaskan, untuk pemeriksaan sudah mulai rampung dan kini sudah proses pelaksanaan rekonstruksi atau reka ulang kejadian perkara.

“Rencananya, setelah proses rekonstruksi ini kami akan melimpahkan berkasnya ke Kejari Pohuwato agar dapat ditindaklanjuti. Sedangkan posisi tersangka serta barang bukti, kini masih ada di Polres Pohuwato,” ungkapnya.

Ditambahkan oleh mantan Kasat Reskrim Boalemo ini, tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP lebih subside Pasal 351 ayat 2 dan ayat 3 dengan ancaman hukuman seumur hidup.

“Perkara ini masih terus kami proses. Kami pun masih melengkapi berbagai berkas, termasuk pemeriksaan saksi-saksi.

Insya Allah secepatnya perkara ini akan kami limpahkan kepada pihak Kejari Pohuwato ketika semuanya sudah rampung,” pungkasnya.(TR-48/hargo)

Share

Leave a Comment