Remaja yang Suka Menghirup Lem Ehabon, Ini Dampak Buruknya

Remaja yang Suka Menghirup Lem Ehabon, Ini Dampak Buruknya CAption - Ratusan Siswa dan Mahasiswa fose dengan panita dan pemateri sosialisai bahaya narkoba. FOTO : (Yudhis/GP)

Berita Terkait


pSIANG kemarin, ratusan siswa dan mahasiswa dari sekolah dan perguruan tinggi memadati Mapolda Gorontalo. Tapi bukan untuk menggelar aksi demo. Melainkan untuk mengikuti sosialisasi bahaya penggunaan narkoba bagi para generasi muda.

Kegiatan yang diikuti sedikitnya 100 peserta itu, menghadirkan para pembicara dari BNN Provinsi Gorontalo, Dinas Sosial, Ditnarkoba Polda Gorontalo dan dua orang mantan pengguna narkoba dan HIV Aids yang rela membagi ceritanya tentang kisah kelam dirinya saat masih berkutat dengan narkoba.

Dalam sosialisasi ini terungkap sejumlah fakta mengejutkan. Salah satunya yakni Lem Ehabon. Perekat untuk plastik itu ternyata mengandung bahan psikotropika yang cukup berbahaya dan dikategorikan jenis narkoba kelas I.

“Lem Ehabon itu tergolong narkoba kelas I. Karena ia beredar bebas maka perlu diawasi penggunaannya, termasuk oleh orang tua dan penegak hukum,” ujar Kepala BNN Provinsi Gorontalo Kombes Pol Purwoko Adi.

Lebih lanjut Purwoko juga mengatakan, zat yang terkandung dalam Ehabon dan sejenisnya bukan hanya dapat memabukkan dan merusak sel-sel saraf otak penggunanya. Bila digunakan dalam jangka waktu lama, dapat membuat penggunanya tidak normal dan sakit hingga kemudian meninggal dunia.

“Ehabon mengandung zat Lysergic Acid Diethyilamideatau LSD. Zat tersebut sejenis zat hirup yang sangat mudah ditemui di produk lem perekat. Pengaruhnya sangat luar biasa bagi penggunanya. Ketika menghirup aromanya, zat kimia tersebut dapat melumpuhkan sistem saraf,” terangnya.

Zat ini pula akan menjadikan penggunanya merasa bahagia hingga aktivitas sang pengguna akhirnya berkurang lantaran halusinasi yang dialami.

“Efeknya dapat menjadi nikmat yang luar biasa, sangat tenang dan mendorong perasaan nyaman. Sering kali ada perubahan pada persepsi, penglihatan, suara, penciuman, perasaan, dan tempat,” jelasnya.

Ketua Persatuan Bhayangkari Kemala Dewi Polda Gorontalo, Dona Hengkie Kaluara mengatakan, melalui sosialisasi ini diharapkan dapat memberi pencerahan bagi generasi muda. “Semoga anak muda kita terbebas dari narkoba. Insya Allah,” tandasnya. (tr-45/hargo)

Share

Leave a Comment