Rumah Sakit Kekurangan Air, Begini Tanggapan PDAM

Rumah Sakit Kekurangan Air, Begini Tanggapan PDAM Para pasien yang menempati salah satu ruang inap di RSU MM Dunda Limboto. (foto Roy Gobel/Hargo.co.id)

Berita Terkait


Hargo.co.id GORONTALO – Pasaca banjir yang menggenagi Rumah Sakit MM Dunda Limboto beberapa hari lalu, pelayanan untuk pasien di Rumah sakit ini sempat tertunda, selain itu beberapa fasilitas berupa obat-obatan, UPS serta instalasi pembuangan air limbah (IPAL) menjadi korban akibar banjir tersebut.

Namun hingga kamis (3/11), aktifitas pelayanan untuk pasisen sudah berjalan normal kembali, meskipun masih terdapat kendala yang  harus di penuhi.

Dampak banjir yang menggenangi sebagian besar ruang inap RS MM Dunda Limboto beberapa hari lalu, menyebabkaan aktifitas pelayanan di rumah sakit sempat terhenti, bahkan para pasien yang dirawat terpaksa harus dievakuasi. Namun seiring berjalannya waktu, aktifitas pelayanan kesehetan kini mulai berjalan normal kembali.

Direktur Rumah Sakit MM Dunda Limboto Mohamad Natsir Abdul saat diwawancarai di ruang kerjanya menjelaskan, untuk saat ini pelayanan untuk pasien sudah dibuka kembali dan sudah berjalan normal.

Meski demikiana pihaknya mengakui terdapat beberapa kendala dan kekurangan yang harus dibenahi, seperti persediaan air bersih akibat tidak beroperasinya layamam PDAM, serta obat obatan yang hanyut terbawa arus. Namun  untuk mengatasi kekurangan air, pihaknya sudah berupaya membangun beberapa sumur suntik di sekitar rumah sakit.

” Sampai dengan Rabu kemarin, Air PDAM belum berjalan dengan baik, sehingga kami sudah membuat sumur suntik, namun karena banyak yang dibutuhkan, maka keberadaan sumur suntik tidak mampu memenuhi kebutuhan air di Rumah Sakit ini. Saya berharap kondisi seperti ini segera teratasi dalam beberapa hari kedepan” Ujar Natsir. Natsi menambahkan hingga Rabu malam, pasien yang dirawat dirumah sakit ini berjumlah 138 pasien.

Sementara itu Direktur PDAM Kabupaten Gorontalo Raden Sahi saat dihubungi menjelaskan, untuk perbaikan pipa jaringan yang sempat putus akibat diterjang banjir bandang, hingga saat ini pekerjaanya sudah 80% rampung, dan sebagian besar pelanggan sudah bisa menikmati air dari PDAM, namun bagi pelanggan yang berada didataran tinggi belum bisa sepenuhnya dilayani.

” Untuk perbaikannya sudah selesai sehingga untuk suplai air bagi pelanggan yang ada di daerah Limboto, Telaga dan sekitarnya  sudah bisa dinikmati, kecuali bagi pelanggan yang berada didaerah dataran tinggi.” Jelas Raden.

Selain itu Raden menambahkan, untuk wilayah desa Tamaila dan sekitarnya, dalam waktu dekat dipastikan akan menikmati air bersih, sebab menurutnya kerusakan pipa yang diakibatkan oleh longsor, proses pengerjaannya akan dimulai pada Jumat besok  dan ditargerkan selesai dalam waktu dua hari kedepan. Pihaknya berharap masyarakat bisa bersabar untuk mendapatkan pelayanan air bersih dari PDAM. (rvg/Hargo)

Share

Leave a Comment