Rupiah Melemah, Emas Merangkat Naik


 

Hargo.co.id GORONTALO – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin melemah. Informasi Bank Indonesia, kemarin (9/1), nilai tukar rupiah berada pada posisi Rp 13.385.

Sementara pada 6 Januari lalu di posisi Rp 13.347. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika ini telah mempengaruhi harga jual emas di pasaran.

Tak hanya di tingkat nasional dan internasional, di sejumlah toko di daerah, harga emas perhiasan kini mulai merangkak naik.

Seperti halnya di sejumlah toko emas di kawasan Pasar Sentral Kota Gorontalo. Sebagaimana pantauan Gorontalo Post kemarin (9/1), harga emas perhiasan mengalami kenaikan dikisaran Rp 10 ribu-20 ribu per gram.

Yaitu, emas perhiasan 23 karat dengan kadar 87,5 persen saat ini berada dibanderol Rp 550 ribu per gram, sementara harga sebelumnya Rp 520-530 per gram.

Bahkan untuk emas 23 karat diperdiksi akan terus naik hingga Rp 600 ribu per gram. Emas perhiasan 23 karat kadar 91,6 persen dibanderol Rp 580 ribu per gram, sebelumnya Rp 560-570 ribu per gram.

Sementara itu, harga emas perhiasan 22 karat atau kadar emas 70 persen, dibanderol Rp 460 ribu per gram, sementara sebelumnya Rp 440 ribu per gram.

Kemudian, harga perhiasan emas putih dengan kadar emas 75 persen, kini berada dikisaran Rp 480 ribu per gram dengan harga awal Rp 470 ribu per gram.

Sementara itu, di pegadaian, harga emas 1 gram dibanderol Rp 582 ribu, 5 gram Rp 2.765.000, 10 gram Rp 5.480.000, 25 gram Rp 13.625.000, 50 gram Rp 27.200.000, 100 gram Rp 54.350.000 dan 250 gram Rp 135.750.000.

Salah seorang pemilik toko emas di kawasan Pasar Sentral Gorontalo yang enggan dikorankan namanya mengatakan, harga emas mulai naik sejak memasuki Januari 2017 hingga sekarang.

“Sejak awal Januari hingga saat ini harga emas dunia mulai menunjukkan grafik naik. Namun kami tidak bisa memprediksi harga ini akan terus naik atau turun kembali karena harga sewaktu-waktu bisa berubah,” katanya.

Sementara itu, Uni, salah seorang warga yang membeli emas perhiasan mengatakan, harga emas yang mengalami kenaikan tak menjadi alasan untuk tidak berinvestasi.

“Saya beli emas selain untuk dipakai ujuga uintuk investasi kedepan, karena harga emas terus naik,” ujarnya.

Degitu halnya dengan Rahmat, pengunjung toko emas di Pasar Sentral. Ia mengaku datang ke toko mas untuk membeli perhiasan.

Meskipun harga mulai naik, ia mengaku memang ingin berinvestasi dengan membeli perhiasan sebelum harga terus melonjak.(tr-56/dan/hargo)

Share
Diterbitkan dalam Ekonomi Ditandai ,

Leave a Comment