Rusli Ajukan 3 Ahli di Gugatan UU 10/2016

Rusli Ajukan 3 Ahli di Gugatan UU 10/2016 Rusli Habibie ketika bersalaman dengan komisioner KPU usai pengundian nomor urut Pilgub Gorontalo di kantor KPU provinsi Gorontalo, Selasa (25/10)

Berita Terkait


GORONTALO, Hargo.co.id – Sidang gugatan judicial review Undang-undang nomor 10 tahun 2016 yang diajukan Rusli Habibie ke Mahkamah Konstitusi (MK) terus bergulir.

Sesuai jadwal, hari ini persidangan kembali dilanjutkan. Adapun agenda persidangan yakni pemeriksaan saksi yang diajukan pemohon dalam hal ini Rusli Habibie.

Tim Kuasa Hukum Rusli Habibie, Heru Widodo dalam persidangan 25 Oktober lalu menyampaikan akan mengajukan saksi tiga orang ahli.

“Kami masih akan mengajukan tiga orang ahli lagi,” ujar Heru Widodo.

Sebelumnya dalam persidangan 25 Oktober, tim kuasa hukum Rusli Habibie menghadirkan ahli A.S Natabay.

Mantan hakim konstitusi itu memberikan keterangan terkait persoalan pencalonan terpidana percobaan, sebagaimana yang menjadi salah satu pokok gugatan pihak terkait ICW-Perludem.

Pada persidangan tersebut, A.S Natabay menyampaikan, meski dalam Peraturan KPU terpidana percobaan tetap diloloskan mencalonkan, konsekuensi atas aturan Undang-undang nomor 10 tahun 2016 tetap berpotensi merugikan pemohon (Rusli Habibie).

“Kalau gugatan pemohon dikabulkan maka tidak ada persoalan PKPU lagi,” ujar A.S Natabay.

Lebih lanjut A.S Natabay menyampaikan bila ketentuan tidak pernah sebagai terpidana merupakan hal yang sangat berat.

Sedangkan Mahkamah Konstitusi sudah memutuskan ataupun undang-undang sebelumnya tidak pernah dijatuhi hukuman, ada batasannya.

“Nah, kalau tidak pernah dijatuhi tidak ada batasan ini. Nah, ini menjadi persoalan kalau umpamanya terdapat kejahatan ringan, pelanggaran,” tutur A.S Natabay.(san/hargo)

Share

Leave a Comment