Rusunawa Teratai Berpotensi Mubazir


Hargo.co.id MARISA – Keberadaan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) yang berada di desa Teratai, Kecamatan Marisa, Pohuwato, hingga kini belum bisa dimanfaatkan.

Terinformasi bahwa warga calon penghuni masih ragu-ragu menempati rusunawa yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah itu dengan berbagai macam alasan.

Beberapa alasan yang muncul seperti lokasi rusunawa agak berjauhan dengan tempat mereka bekerja.

Ada juga yang beralasan bahwa sebagian besar calon penghuni rusunawa hanya ingin menempati ruas di lantai satu hingga lantai dua.

Alasannya, untuk berbisnis. Sebagaimana diketahui, lantai dasar rusunawa rencananya akan dijadikan sebagai area lapak bagi pedagang disana.

“Samua orang (calon penghuni rusunawa,red) maunya tinggal di lantai satu atau lantai dua. Katanya, supaya tidak jao mau naik tangga,” ungkap Rusni salah seorang warga di pesisir pantai Desa Pohuwato.

Ditambahkannya pula, akibat perselisihan itu pula pemerintah selaku penengah menjadi agak kebingungan untuk menentukan arahan alias kurang tegas.

Sementara itu, Kadis PU Pohuwato, Fikri Adam, membantah alasan-alasan seperti itu. Menurutnya, selama ini tidak ada masalah dan pembahasan untuk calon penghuni rusunawa hanya berkutat pada masalah fasilitas saja.

“Jadi, kemarin yang menjadi masalah itu adalah fasilitasnya seperti listrik, air PDAM dan macam-macam. Nah itu semua kita sudah rampungkan,” ungkap Fikri.

Ditambahkannya pula, masalah calon penghuni rununwa akan diupayakan selesai pada Desember 2016 mendatang.”Sesuai arahan Bupati Pohuwato, Desember ini sudah tuntas,” katanya.

Adapun calon penghuni rusunawa diantaranya adalah masyarakat kurang mampu hingga aparatur dan PNS golongan bawah. Rusunawa sendiri memiliki sedikitnya 198 kamar.(axl/hargo)

Share

Leave a Comment