Sajikan Konsep Alam Spot Lokal Gorontalo

Sajikan Konsep Alam Spot Lokal Gorontalo Foto eksotik yang menceritakan keteguhan dan kerja keras penambang batu dipajang dalam gelery foto Riden Baruadi, Senin, (21/11). ( F : Gusran/Gorontalo Post)

Berita Terkait


 

Hargo.co.id GORONTALO – Jalan Raja Eyato masih menjadi salah pusat keramaian di Kota Gorontalo. Akses vital yang menghubungkan Kota Gorontalo dan wilayah Kecamatan Batudaa tersebut terus saja bergeliat.

Mulai dari lalu lalang kendaraan, hingga ragam aktivitas ekonomi yang dilakoni warga di tepian jalur. Dari toko, pedagang kios, hingga aksi para tukang parkir yang sesekali membunyikan sumpritan untuk menggoda para pengendara agar memarkir di lokasi mereka.

Bergeser sekitar 1 kilometer meter dari pusat pertokoan Jalan Raja Eyato, sebuah bangunan yang berdiri di atas pekarangan bersih nampak menyapa dari tepi kanan jalur. Itulah Riden Baruadi Gallery.

Sebuah gedung yang terbuka untuk menampung hasrat seni bagi masyarakat. Dari teater, seni rupa, pernah digelar di gedung ini.

Dan kini, untuk pertama kalinya, Riden Baruady menampilkan pajangan foto yang sangat eksotik.

Rupanya, meski baru dibuka pada hari pertama,pada senin (21/11) kemarin, namun animo beberapa kalangan mulai tertarik untuk melihat langsung hasil jepretan Riden Baruadi yang digelar dalam pameran tersebut.

Gorontalo Post bahkan sempat terkesima ketika melihat aneka foto yang dipajangkan. Sayangnya, saat disambangi Gorontalo post kemarin, sang maestro foto tengah istrahat, dan Gorontalo Post tidak dapat mewawancarainya.

“Tema yang kita usung dalam pameran tunggal perdana ini adalah Beyond Nature, kita mengusung tema alam dengan ragam menu aktivitas masyarakat yang sepintas wajar, namun jika dibumbui seni fotografi akan sangat menggelitik naluri penikmat, dan semua foto ini adalah spot local Gorontalo,” kata Awal, salah satu panitia pameran yang diwawancarai Gorontalo Post.

Disampaikannya, foto yang ditampilkan dalam pameran tunggal tersebut, adalah hasil seleksi dari 100 terbaik Riden Baruadi.

“100 foto kita seleksi, dankita dapat 41 foto terbaik yang kini kita pajang,” jelasnya.

Foto-foto yang dipajang tersebut menurut Awal, merupakan kumpulan foto yang diambil selang tahun 1991 hingga 2016.

“Foto adalah upaya promosi yang masih diakui, jadi substansi pelaksanaan pameran tunggal foto ini adalah mengangkat keindahan spot alam dan aktivitas serta kesahajaan masyarakat Gorontalo,” tuturnya lagi.

Semua foto tersebut, kata Awal, sebelumnya tidak diambil untuk dipajangkan dalam bentuk pameran.

Tetapi hanya diambil dan dikumpulkan dan baru saat ada ide pameran, barulah ditampilkan. Menurutnya pula, pameran tunggal Foto Riden Baruadi sendiri akan digelar hingga 30 November ini.

“Kita buka untuk umum, dan hari pertama ini, kebanyakan pengunjung adalah kalangan pelajar dan mahasiswa, untuk penikmat foto sendiri sudah ada beberapa yang menelefon, sebab biasanya penikmat foto akan mengambil waktu dan suasana sepi untuk melihat aneka foto yang kita pajang, hingga mereka dengan bebas menangkap pesan moral dan pesan seni di dalamnya,” tandasnya. Paeran Foto Tunggal Riden Baruadi sendiri dibuka mulai pukul 10.00 hingga pukul 23.00 Wita. (***/hargo)

Share

Leave a Comment