Sampah Ancaman Baru Gorut


Hargo.co.id GORUT – Menjadi daerah terbungsu di Gorontalo, dinamika pembangunan di Kabupaten Gorontalo Utara belum mengalami geliat yang sangat tajam seperti daerah-daerah lain yang sudah lebih dulu mekar.

Tapi bukan berarti pemerintah daerah harus berleha-leha dan tidak antisipatif terhadap masalah-masalah pembangunan yang lazim muncul untuk daerah yang mulai berkembang. Salah satu persoalan yang harus diantisipasi adalah pengelolaan sampah. Mengingat volume sampah dari waktu ke waktu terus bertambah.

Disisi lain kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan juga belum maksimal. Pantauan Gorontalo Post, beberapa tempat yang bukan lokasi pembuangan sampah malah mulai dipenuhi sampah. Baik di pinggir jalan maupun lahan kosong.

” BLH telah memasang slogan dan peringatan untuk melestarikan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Untuk sampah lainnya dibawah ke TPA” ujar Kepala BLH Gorut, Ridwan Dayi, menjelaskan upaya pemerintah daerah membangun kesadaran warga. “Memang dari fasilitas yang ada, masih jauh dari memadai namun kami tetap berusaha semaksimal mungkin” sambungnya.

Bagaimana dengan kesadaran masyarakat dalam hal membuang sampah pada tempatnya. Ridwan menjelaskan bahwa tidak bisa dipungkiri bahwa kita tidak bisa menyamai Jepang.

Namun untuk saat ini masyarakat mulai menunjukan peningkatan kesadaran dan hal tersebut dapat dilihat dari volume sampah yang dibuang masyarakat di tempat-tempat yang telah disediakan oleh BLH.

“Kontainer sampah yang ditempatkan di beberapa lokasi, selalu dipenuhi sampah masyarakat dan ini merupakan pertanda baik” ungkapnya.

Sebenarkan kata Ridwan, BLH tugasnya hanya mengangkut sisah sampah yang tidak bisa dikelolah lagi entah itu di daur ulang atau dimanfaatkan untuk hal lainnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa sebenarnya dalam upaya penanggulangan sampah, harus ada campur tangan semua pihak.

“Termasuk pemerintah desa. Karena saat ini sudah ada beberapat TPSP yang telah dibangun dan hingga saat ini sudah berjalan dengan baik bahkan berdampak ekonomi bagi kelompok masyarakat yang mengelolahnya” kata Ridwan. (abk/hargo)

Share

Leave a Comment