Seminggu menghilang, Pelaku Maling Ternak Diburu Tim Buser Polres Gorontalo Kota

Seminggu menghilang, Pelaku Maling Ternak Diburu Tim Buser Polres Gorontalo Kota Ilustrasi

Berita Terkait


Hargo.co.id GORONTALO – Perburuan terhadap pelaku pencurian ternak milik Sofyan Kaharu, Peternak asal Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, hingga kini masih terus dilakukan petugas Polres Gorontalo Kota.

Petugas Polres Gorontalo Kota mengaku sudah menurunkan tim buru sergap (Buser) untuk mencari pelaku. Sayang hingga sepekan berlalu, hal tersebut belum membuahkan hasil.

“Anggota kita (buser) sampai hari ini masih di lapangan,” kata Kapolres Gorontalo melalui KBO Reskrim Polres, Temmy D. Wuisan, pekan lalu. Ia mengaku belum bisa memberikan konfirmasi lebih hasil perburuan anggota Buser di lapangan.

Sementara itu, informasi Gorontalo Post pelaku diduga merupakan mantan residivis tiga kali kasus pencurian ternak.

“Yang bersangkutan orang lama yang sudah berualang kali masuk keluar lembaga pemasyarakatan. Beliau berulang kali dihukum untuk kasus pencurian,” kata warga sekitar tempat kejadian perkara pencurian di Kelurahan Dutulaa, Limboto, kemarin.

Pria yang menolak namanya dikorankan ini menyebutkan, informasi pelaku pencurian pertama kali diperoleh pemelihara ternak dari keluarganya sendiri.

Dikatakan, sehari setelah pencurian pelaku sempat membawa ternak hasil curian ke salah satu anggota keluarganya disebuah desa di Kecamatan Telaga. Bahkan, ternak sempat ditawarkan ke pedagang ternak seteempat. Namun, transaksi pembayaran digagalkan oleh keluarga pelaku.

“Keluarga pelaku melapor ke pedagang ternak bahwa ternak yang akan dijual pelaku adalah hasil curian. Ia sudah melaporkan kejadian itu ke keluarga di Hepuhulawa,” beber pria paroh baya tersebut.

Masih kata dia, pedagang ternak di atas sempat akan mengelabui pelaku dengan berpura-pura bersedia membeli ternak dimaksud. Langkah itu dilakukan untuk menahan ternak dimaksud sampai pemilik ternak datang. “Skenarionya, ia berjanji siap membayar ternak dimaksud senilai Rp 10 juta. Hanya saja, ternak tidak akan langsung dibayar,” ungkap dia.

Namun sayang, sebelum pemilik ternak datang, ternak dimaksud sudah keburu dibawa lagi oleh pelaku. “Dugaan pedagang, pelaku tahu ternak akan segera diketahui pemiliknya. Makanya tanpa disadari ia langsung membawa lagi ternak tersebut,” tandasnya.

Sementara itu pemelihara ternak yang dicuri, Kak Umu, mengaku dua hari setelah ternak dinyatakan hilang sempat dijemput anggota Buser Polres Gorontalo, ikut bersama-sama memburu pelaku berikut ternak hasil curian.

Bahkan perburuan dilaporkan dilakukan sampai ke daerah tapal batas antara Kabupaten Pohuwato dengan Kabupaten Moutong, Sulawesi Tengah. Sayang, perburuan tidak menghasilkan apa-apa.

“Saya baru pulang dini hari keesokan harinya,” ungkap Kak Umu.
Sebelumnya, para peternak sapi di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, dilaporkan resah dengan maraknya aksi pencurian ternak yang terjadi.

Itu menyusul laporan kehilangan ternak sapi milik peternak sapi di Kelurahan Dutulunaa, tepatnya di pusat peternakan pesisir Danau Limboto, Minggu (16/10).

Ternak yang diketahui milik Hi Sopyan Kaharu itu diperkirakan dicuri Minggu dini hari, tepatnya di kala aktivitas sepi. Anehnya, di lokasi dimana ternak diduga dicuri selama ini dikenal tempat paling ramai bahkan menjadi pusat budidaya peternakan sapi warga.(dix/hargo)

Share

Leave a Comment